GENMILENIAL.ID - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Hilman Latief, mengungkapkan bahwa para syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) yang menangani jemaah calon haji Indonesia berlomba-lomba menciptakan suasana tenda yang nyaman dan ramah di tengah cuaca panas Arafah dan Mina.
Hal itu disampaikannya usai meninjau langsung persiapan tenda dan fasilitas di Mina yang akan digunakan jemaah selama pelaksanaan mabit, salah satu rangkaian puncak ibadah haji.
Salah satu tenda milik Syarikah Al Bait Guest menampilkan konsep unik yang mengusung nuansa khas Indonesia.
Baca Juga: Tak mau terhenti di round 3, Kluivert tekankan pemain pahami cara kalahkan lawan
Di bagian teras tenda, terlihat dekorasi bunga segar, rumput sintetis, serta furnitur yang diimpor langsung dari Indonesia.
Atap teras dibuat dari ranting bambu dan pepohonan, memberikan suasana teduh dan akrab bagi jemaah.
“Kami memang meminta kepada syarikah untuk membuat fasilitas tambahan agar jemaah merasa nyaman di tengah cuaca yang sangat panas,” ujar Hilman Latief, dikutip dari laman resmi Kemenag.
Menurutnya, masing-masing syarikah diberikan kebebasan untuk berinovasi dalam memberikan layanan terbaik, termasuk dalam desain tenda dan fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga: Bupati Subang kunjungi pedagang bakso korban uang palsu, beri dukungan dan lunasi cicilan
“Silakan bersaing dengan sehat agar jemaah menjadi betah dan nyaman, karena kita tahu cuaca di Armuzna ini akan sangat panas,” tambahnya.
Selain kenyamanan tenda, sanitasi juga menjadi perhatian penting. Hilman menyebut, saat ini telah tersedia toilet bertingkat tambahan dari pemerintah Arab Saudi, meski penyebarannya belum merata di semua maktab.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga dijadwalkan akan meninjau aspek layanan lainnya seperti katering, untuk memastikan kualitas layanan yang diterima jemaah tetap terjaga selama ibadah berlangsung.***