news

Suhu saat wukuf diprediksi tembus 50 derajat, jemaah diminta berteduh di tenda

Selasa, 27 Mei 2025 | 10:23 WIB
Pemerintah imbau jemaah calon haji beribadah di dalam tenda saat wukuf di Arafah (Kolase Instagram/informasihaji - kemenag_ri)

 

GENMILENIAL.ID - Pemerintah kembali mengimbau jemaah calon haji Indonesia untuk mengurangi aktivitas fisik menjelang puncak ibadah haji.

Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi suhu ekstrem saat wukuf di Arafah yang diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius pada 5 Juni 2025 mendatang.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, mengatakan bahwa kondisi cuaca saat wukuf dipastikan akan lebih panas dari hari-hari sebelumnya.

“Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menginformasikan suhu saat puncak haji akan sangat tinggi, bahkan melebihi suhu saat ini,” ujarnya di Makkah, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa, 27 Mei 2025.

Baca Juga: 95 Persen jemaah haji Indonesia di tanah suci sudah terima kartu nusuk, pemerintah genjot distribusi jelang puncak haji

Untuk itu, jemaah diimbau agar tetap berada di dalam tenda jika tidak ada kebutuhan mendesak. Langkah ini untuk mencegah risiko serangan panas (heatstroke) yang dapat membahayakan kesehatan.

“Jangan keluar tenda kecuali untuk keperluan penting. Kita ingin jemaah terlindungi dari paparan panas yang berlebihan,” tegas Hilman.

Pemerintah telah menyediakan fasilitas di tenda Arafah, seperti kasur, bantal, selimut, dan pendingin ruangan guna menunjang kenyamanan ibadah.

Jemaah diharapkan dapat memanfaatkan waktu di dalam tenda untuk berdzikir atau tadarus Al-Qur’an.

Baca Juga: BCA salurkan CSR untuk rehabilitasi rumah prajurit TNI, Menteri PKP: Wujud kepedulian konkret

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, juga mengingatkan jemaah untuk tidak memaksakan diri mengikuti kegiatan tambahan.

“Kurangi ziarah ke luar kota atau umrah sunah berulang. Simpan tenaga untuk wukuf di Arafah dan ibadah utama lainnya,” katanya saat konferensi pers pada 22 Mei 2025.

Ia juga menegaskan bahwa ibadah tidak harus selalu dilakukan di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

Halaman:

Tags

Terkini