news

Kemendiktisaintek akan gandeng berbagai UMKM untuk mengatasi masalah produk impor yang dipakai di MBG

Minggu, 16 Februari 2025 | 23:45 WIB
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa (X.com/setkabgoid)

"Jadi fungsi dari kampus adalah meningkatkan pendampingan, baik di bidang pertanian maupun perkebunan, sehingga solusi yang dibuat secara lokal bisa mengatasi masalah distribusi di desa-desa," tambahnya.

Baca Juga: Mulai 2025, ijazah bisa dicetak mandiri untuk sekolah yang tidak terakreditasi, bagaimana ketentuan kertasnya?

Industrialisasi desa untuk mendukung program MBG

Kemendikti Saintek telah menjajaki kerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden dalam upaya melakukan industrialisasi desa. 

Salah satu fokus riset dalam program ini adalah pengembangan alat penyimpanan dan pengolahan makanan untuk mendukung MBG.

"Jadi di industrialisasi desa ini, karena dari program MBG ini kan sebetulnya membutuhkan alat-alat untuk penyimpanan makanan dan juga pengolahan makanan. Ini juga sangat penting karena biasanya alat-alat ini kita supply dari luar negeri," kata Fauzan.

Untuk mempercepat inovasi ini, Kemendikti Saintek juga akan mendorong perguruan tinggi vokasi agar berperan dalam program MBG. 

Baca Juga: Mengintip 7 fitur canggih Togg T10X hadiah Erdogan ke Prabowo hingga perbandingannya dengan mobil Maung RI

Perguruan tinggi vokasi akan menjalin kerja sama dengan UMKM dalam membantu memasok kebutuhan program MBG.

"Jadi supaya bisa dikembangkan kerja sama antara perguruan tinggi, perguruan tinggi vokasi dengan UMKM,” ucapnya tegas.

“Jadi UMKM kita tingkatkan nilai tambahnya supaya nanti bisa menghasilkan alat-alat yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini