news

Ancaman titik api baru di California, 31 ribu orang langsung diperintahkan evakuasi

Jumat, 24 Januari 2025 | 08:07 WIB
Foto ancaman kebakaran baru di California (Instagram.com/lifedesignedhappy)

Area itu saat ini menjadi wilayah yang mendapat peringatan karena berpotensi memberikan ancaman langsung terhadap kehidupan.

Sementara itu, sebanyak 25 ribu orang lainnya berada di zona yang menghadapi peringatan evakuasi.

Baca Juga: 100 Hari Era Prabowo: Presiden RI minta penegak hukum tindak perusahaan ‘nakal’ hingga target semua anak Indonesia makan bergizi

Waspada pada angin kencang dan kerusakan setelah kebakaran

Kelembapan rendah dan angin kencang menjadi salah satu penyebab api menyebar luas dengan lebih cepat.

Ditambah dengan curah hujan yang sedikit di California selama 9 bulan terakhir.

Meski sempat muncul prediksi hujan, Wali Kota Los Angeles memerintahkan untuk percepatan pembersihan area kebakaran.

Seperti membersihkan sisa-sisa tumbuhan, lereng, memasang penggalang, dan memperkuat jalan untuk mengantisipasi jika hujan turun.

Jika hujan turun, kemungkinan alirannya membawa lumpur dan puing kebakaran dari atas akan makin membahayakan untuk area yang lebih rendah.

Baca Juga: Mendikdasmen sampaikan hasil rapat kabinet tentang sistem PPDB setelah mengumumkan bocoran hapus zonasi

“Hal ini untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di wilayah yang sudah dilanda kebakaran dan juga untuk melindungi daerah aliran sungai, pantai, dan lautan kita dari limpasan racun,” kata Karen Bass.

Ia menambahkan meski hujan tidak turun sesuai prediksi, itu akan menjadi langkah antisipasi yang akan dihadapi korban kebakaran untuk beberapa bulan hingga tahun-tahun ke depan.

Selain itu, Wali Kota Los Angele ini juga memperingatkan untuk melindungi diri dari udara toksik akibat debu dan sisa asap polutan kebakaran.

Pemadaman listrik dilakukan untuk pencegahan korsleting

Southern California Edison atau SoCal, perusahaan utilitas terlebih dahulu mematikan aliran listrik ke lebih dari 60.000 pelanggan.

Halaman:

Tags

Terkini