“Kita akan patuh dengan segala keputusan partai, tapi sekali lagi sebagai orang Subang, sebagai warga negara, kita punya hak untuk dipilih dan memilih, untuk mendukung dan didukung,” kata Niko.
“Sebagai manusia yang dewasa, kita siap bertanggung jawab dengan segala keputusan yang sudah disampaikan,” tambahnya.
Sementara itu, ditengah-tengah kesibukanya melakukan aktivitas berkebun dan bertani, Mantan Bupati Subang periode 2019-2023, H. Ruhimat atau Kang Jimat mengatakan bahwa dirinya belum memikirkan ataupun berambisi kembali untuk maju di Pilkada Subang.
Mantan Kepala Daerah paling kaya di Jawa Barat namun tetap low profile dan berpenampilan sederhana mengungkapkan bahwa ia akan kembali maju kalau rakyat Subang masih membutuhkanya dan juga ada partai yang mengusungnya.
“Saya sih kersaning Allah aja, kalaulah saya ditakdirkan lagi ya kenapa tidak, saya tidak akan berambisi ataupun berkeinginan, tapi saya juga tidak akan menolak,” kata H. Ruhimat saat ditemui GenMilenial.id di More Coffe Curug Goong, Senin, 24 Juni 2024.
Selain berkebun, bertani Kang Jimat juga saat ini banyak mengisi kesibukanya dengan ngangon bebek, pada 18 Mei 2024 ia juga meresmikan Kafe More Cofffe Curug Goong yang saat dikelola oleh anaknya.
Terkait Pilkada Subang, kepada GenMenial.id, H. Ruhimat mengatakan bahwa saat ini dirinya tidak punya partai politik, namun akan mempertimbangkan ketika ada partai politik yang memberinya kepercayaan untuk kembali maju di Pilkada Subang 2024.
“Kan tau sendiri, saya sekarang berpartai juga enggak, saya bukan orang partai, namun seandainya ada partai yang memberikan kepercayaan kepada saya, dalam hal ini rekomendasi, mungkin akan saya pertimbangkan,” sambungnya.
Baca Juga: Kalahkan Filipina, Tim U-16 Indonesia berpeluang lolos ke babak semifinal
Terkait partai politik yang sudah mencoba PDKT atau meminang dirinya agar kembali maju di Pilkada Subang, sambil tersenyum H. Ruhimat pun menyebut bahwa sudah ada beberapa partai yang datang kepadanya.
“Partai politik memang sih saya tidak menutup mata, beberapa hari yang lalu, beberapa minggu yang lalu ya diantaranya baik dari, maaf ya dari Partai Gerindra,” kata Kang Jimat.
“Ada juga yang sounding ke saya Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, kemudian PKB sekalipun PKB kenyataanya sudah bersatu mungkin dengan Partai Nasdem,” tambahnya.
Dari Partai Nasdem sendiri, lanjut Kang Jimat ada yang datang kepada dirinya, namun ia menegaskan tidak tau apakah itu mewakili Partai Nasdem atau tidak.