GENMILENIAL.ID - Forum Silaturahim Kyai Nyai Guru Ngaji dari beberapa Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Barat mendeklarasikan dukunganya kepada Ridwan Kamil atau Kang Emil untuk menjadi Gubernur di Pilkada Jawa Barat 2024 nanti.
Deklarasi tersebut dilakukan di Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.
Salah seorang deklarator, KH Asep Asyrofil Alam mengatakan bahwa selama kepemimpinan Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jawa Barat pada periode lalu sangat dirasakan manfaatnya untuk kemajuan Jawa Barat.
"Program-programnya sudah banyak dibuat dan penghargaan pun sudah ratusan diterima oleh Ridwan Kamil dari berbagai lembaga, institusi, kementrian dan lain-lain," ujarnya.
Kyai Asep juga menuturkan bahwa salah satu program yang dirasakan manfaatnya tersebut adalah program keagamaan yang meliputi Program One Product One Pesantren (OPOP), Satu Hafidz Satu Desa (Sadesa), Maghrib Mengaji, Apresiasi Juara untuk pesantren, ulama dan santri.
Berdasarkan realisasi program tersebut, kata Kyai Asep telah membuat para Kyai, Ajengan, ustadz kembali memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil sebagai sosok figur kepemimpinan yang mumpuni di Jawa Barat.
"Sosok Ridwan Kamil yang dekat dengan warga khususnya ulama, santri, milenial dan visioner digitalisasi yang sesuai dengan perkembangan jaman membuat pesantren dan majelis taklim melek informasi teknologi," ucapnya.
Terlebih, lanjut Kyai Asep untuk menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045 sangat dibutuhkan SDM yang berkualitas.
"Apalagi menyongsong tahun 2045 Indonesia Emas maka dibutuhkan sdm yang berkualitas dan bermanfaat bagi umat," tukasnya.
Kemudian deklarator lainya, KH Eri Mutawaly mengatakan bahwa Ridwan Kamil merupakan inisiator yang mempelopori lahirnya Peraturan Daerah (Perda)tentang pesantren.
"Ridwan Kamil sebagai inisiator yang mempelopori lahirnya peraturan daerah (perda) tentang pesantren. Hal ini dinilai masyarakat Jawa Barat sangat mengadvokasi aspirasi dunia pesantren, para kyai dan guru ngaji," ujarnya.