Lanjut Tommi, kadang ada kelompok-kelompok yang dibiayai dan mereka (napiter) masih berharap dari kelompoknya tersebut.
"Itu kita putus, gak boleh gitu lagi, sekarang usaha, karena kita berharap dengan pelatihan, dengan modal usaha sedikit nanti, dia bisa berusaha," imbuhnya.
Tommi juga menyebut bahwa di Lapas 2A Subang saat ini ada sekitar 6 Narapidana Terorisme dengan yang dua sekarang melakukan ikrar setia pada NKRI.
Keenam napiter tersebut saat ini menunggu bebas, dan sedang mengikuti pembinaan didalam oleh pihaknya, sedangkan untuk pembinaan diluar itu ada PK Bapas.
Baca Juga: 24 Oktober, menghormati pahlawan kesehatan pada Hari Dokter Nasional
"PK Bapas itulah yang bimbingan diluar, sekaligus pengawasanya dalam masyarakat, kantor bapas didepan kalau kita didalam, pakabapas membimbing narapidana yang ada di dalam masyarakat," ucapnya.
Untuk pembinaan napiter yang dilakukan oleh Lapas 2A Subang, kata Tommi tidak ada pembinaan khusus antara napiter dengan para narapidana lainya.
"Sebenarnya kita gak bisa terlalu membedakan ya, jadi kita samakan berharap mereka bisa berbaur dengan napi lainya, dengan berbaur itu mereka menghilangkan gep-gepnya dan dia kembali ke masyarakat akan seperti itu, semua kita berikan, program keagamaan, pelatihan keterampilan," tuturnya.