Terjadi serangan di Bandara Riyadh, ini imbauan Kemenhaj untuk calon jemaah umrah Indonesia yang belum berangkat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 12 Oktober 2026 | 13:11 WIB
Rekaman CCTV sebelum serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026 (X/alarabiya_eng)
Rekaman CCTV sebelum serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026 (X/alarabiya_eng)

Baca Juga: Gempa M 5,7 guncang wilayah Sukabumi, ini data terbaru BMKG

Langkah tersebut penting untuk memastikan calon jemaah memperoleh informasi yang jelas sebelum berangkat ke Arab Saudi, terutama jika perjalanan mereka melibatkan penerbangan melalui Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Sementara itu, jemaah yang sudah berada di Arab Saudi diimbau mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Kemenhaj meminta jemaah tetap memperhatikan informasi resmi dan tidak mengabaikan petunjuk keselamatan yang dikeluarkan pihak berwenang.

KBRI Riyadh belum menerima laporan WNI tewas

Di tempat terpisah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban meninggal dunia dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Jalan Rancasari–Mariuk baru 1,5 kilometer, Kang Rey targetkan kelanjutan pada 2027

Meski demikian, KBRI masih melakukan pemantauan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh maupun wilayah sekitarnya.

“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” ungkap pihak KBRI dalam keterangan resminya, Minggu 11 Oktober 2026.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memperoleh kepastian mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak, termasuk mereka yang membutuhkan perawatan medis.

Baca Juga: Polisi soroti atraksi berbahaya di jalur wisata Ciater, komunitas motor diingatkan tertib

Informasi mengenai kondisi WNI menjadi perhatian di tengah laporan jatuhnya korban dari berbagai kewarganegaraan dalam serangan tersebut.

12 Orang dilaporkan tewas dari berbagai negara

Berdasarkan data yang disampaikan KBRI Riyadh, korban meninggal dunia dalam serangan itu terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Data tersebut menunjukkan bahwa korban meninggal dunia berasal dari sejumlah negara. Sementara itu, pemantauan terhadap kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban luka-luka masih dilakukan oleh pihak KBRI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X