Jamaah umrah jadi korban serangan Houthi di Bandara Riyadh, 12 orang tewas dan 309 terluka

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55 WIB
Kepulan asap terlihat dari kejauhan di sekitar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, setelah serangan (Tangkapan layar Threads)
Kepulan asap terlihat dari kejauhan di sekitar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, setelah serangan (Tangkapan layar Threads)

12 Orang tewas dan 309 terluka

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Jalan Rancasari–Mariuk baru 1,5 kilometer, Kang Rey targetkan kelanjutan pada 2027

Korban meninggal dunia terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 309 orang dilaporkan terluka. Sebagian korban mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan material di fasilitas bandara.

Otoritas terkait melakukan pemeriksaan untuk menilai dampak kerusakan sekaligus memastikan keamanan area sebelum operasional penerbangan dapat berjalan kembali.

Baca Juga: Polisi soroti atraksi berbahaya di jalur wisata Ciater, komunitas motor diingatkan tertib

Kelompok Houthi dituding terlibat

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi yang berasal dari Yaman sebagai pihak di balik serangan tersebut.

Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan rangkaian serangan terhadap fasilitas penerbangan di Arab Saudi.

Keterlibatan kelompok Houthi dalam serangan terbaru perlu dibedakan antara tuduhan pihak Saudi dan hasil penyelidikan yang mengonfirmasi pelaku.

Informasi mengenai perkembangan penyelidikan serta pernyataan pihak yang dituding menjadi bagian penting untuk mengetahui kronologi kejadian secara menyeluruh.

Baca Juga: Persib tantang pemuncak klasemen Dewa United, mampukah Maung Bandung menang?

Serangan terhadap bandara sipil ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penumpang, pekerja bandara, serta warga asing yang berada di Arab Saudi, termasuk mereka yang melakukan perjalanan untuk menunaikan ibadah umrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X