Sekolah koordinasi dengan SPPG
Setelah kejadian diare massal, pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan SPPG Soditan Lasem untuk meminta klarifikasi mengenai proses penyediaan makanan.
Juhartutik menyebut pihak SPPG menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan pada dini hari sebelum makanan dikonsumsi para siswa.
"Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dini hari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12 (siang)," tandas Juhartutik.
Baca Juga: BGN dibayangi isu pengadaan LED dengan angka total Rp535 miliar, urgensinya masih tanda tanya
Di sisi lain, SPPG Soditan Lasem menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, orang tua, dan siswa yang terdampak.
Pihak SPPG juga menyatakan fokus pada penanganan medis serta evaluasi prosedur operasional setelah kejadian tersebut.***
Artikel Terkait
Viral Kadisdik Kalteng minta sekolah tak libur di tengah karhutla, berdalih demi nasib dapur MBG
Minuman rasa susu untuk MBG anak TK di Bogor jadi sorotan, kandungan airnya capai 86 persen
293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG, bermula saat jam makan siang
Ponpes Manba’ul Hikam ungkap sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai keracunan MBG, bantah kabar ada korban meninggal dunia
Bayang-bayang suspend berat dan pencopotan kepala SPPG, buntut keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam
334 Siswa-guru di Agam Sumbar dilaporkan keracunan MBG, berasal dari 3 Nagari wilayah Palupuh
Dirawat di 3 rumah sakit, 136 siswa SMP di Makale Tana Toraja diduga keracunan MBG