Unggahan tersebut bahkan mengklaim bahwa perilaku tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi pembicaraan di kalangan siswa.
Baca Juga: BRI jadi motor utama program 3 juta rumah, kinerja KUR Perumahan diapresiasi pemerintah
Dalam video yang beredar, terdengar imbauan melalui pengeras suara agar perwakilan siswa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak sekolah.
Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk menyalurkan aspirasi secara terbuka namun tetap terarah.
Respons pemerintah daerah
Kasus yang viral ini pun mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBPP&PA), pihak terkait langsung turun tangan.
Baca Juga: Estafet kepemimpinan Polres Subang berganti, AKBP Andi Purwanto resmi jabat Kapolres
Bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Polres Solok Selatan, tim terkait telah mendatangi sekolah guna melakukan penanganan awal serta pendalaman kasus.
“Telah dilakukan mediasi dan komunikasi dengan siswa dan siswi yang sebelumnya menyampaikan keresahan,” tulis keterangan dari akun Instagram @dp2kbp3a_solsel, Rabu, 29 Juli 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk meredam situasi, memastikan kondisi tetap kondusif, serta menindaklanjuti laporan yang beredar di tengah masyarakat.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan proses pendalaman untuk memastikan fakta yang sebenarnya di balik dugaan tersebut.***
Artikel Terkait
Diduga lecehkan belasan siswi, oknum guru SD di Depok dihentikan mengajar
24 Siswa jadi korban, oknum guru SD di Sabu Raijua terancam penjara 20 tahun
Viral unggahan alumni sebut jadi korban perundungan oleh oknum guru, SMAN 2 Bantul buka suara
BSI tegaskan zero tolerance terhadap pelecehan dan perundungan di lingkungan kerja
Peserta kedinasan Clash of Champions S3 didiskualifikasi, dugaan kasus pelecehan ikut disorot publik
Kasus pencabulan siswa SD di Tanjungbalai, Kadisdik ungkap perbedaan keterangan oknum guru dan keluarga korban
Curhat korban pencabulan oknum guru dan suaminya saat bertemu wali kota Tanjungbalai: Masih pengin sekolah