Laporan itu diajukan karena pelapor mengaku kesulitan menghubungi Jesslyn, sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Namun, dalam perkembangan terbaru, laporan tersebut telah dicabut.
Alasannya, pelapor bukan merupakan anggota keluarga dan tidak berada di lokasi saat kejadian yang diduga sebagai penculikan.
Meski laporan telah dicabut, kasus ini sempat memicu keresahan publik karena minimnya bukti di lokasi, termasuk tidak adanya rekaman CCTV yang bisa memperkuat dugaan awal.
Polisi masih dalami motif dan fakta
Walau laporan sudah dicabut, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan tetap berjalan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan Jesslyn serta memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Polisi juga menyebut hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi permintaan uang tebusan, yang biasanya menjadi ciri khas kasus penculikan.
“Untuk motif masih kami dalami. Kami belum menemukan adanya permintaan tebusan, dan penyelidikan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar jelas,” kata Roby.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya di media sosial.
Dugaan penculikan yang belum terkonfirmasi sempat memicu kepanikan, padahal fakta di lapangan menunjukkan kemungkinan berbeda.***
Artikel Terkait
Rame pesan berantai penculikan anak di Bekasi, Polisi pastikan itu hoax
KemenPPPA soroti isu penculikan anak, minta para keluarga untuk lebih waspada
Dua atlet menembak asal Subang persembahkan medali perak untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025
Bukan penculikan, polisi ungkap dugaan pelecehan anak di simpang empat Giwangan Yogyakarta
Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit
Viral atlet dayung peraih medali Porprov Jatim gagal masuk SPMB jalur prestasi, mengadu ke DPRD Kota Probolinggo minta keadilan
Jejak terakhir Jesslyn Wijaya sebelum hilang kontak: Korban dilaporkan sempat teriak minta tolong di resto Jakpus