Pengunduran diri mendadak itu berdampak pada operasional dapur MBG yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Koordinator Kecamatan SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf mengungkapkan bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya terkait rencana tersebut.
"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dari SPPG saya tanya, tidak ada. Dari saya juga tidak ada," ujar Afif, Minggu 19 Juli 2026.
"Saya tahunya dari Korwil, dia mengirim surat resmi ke Korwil sore itu," lanjutnya.
Akibat belum adanya pengganti dan tidak dilakukan serah terima jabatan, operasional dapur MBG terpaksa dihentikan sementara sejak Selasa 14 Juli 2026.
"Memang tutup per Selasa kemarin. Ini murni kepala SPPG-nya resign langsung kabur, tidak menunggu kepala SPPG baru untuk serah terima," jelas Afif.
"Jadi kalau dapur tidak ada kepala SPPG, otomatis berhenti operasional sementara sambil menunggu pengganti," tandasnya.***
Artikel Terkait
Nasib proyek motor MBG Rp1,03 triliun: Dibayar lunas BGN era Dadan Hindayana, berujung cicilan bagi pegawai SPPG?
Usulkan pecah dapur SPPG, CEO Promedia Group: Optimalkan UMKM dan katering warga untuk program makan siang warga kurang mampu
Viral dugaan pembakaran sampah SPPG di Kudus dekat permukiman, warga keluhkan asap dan bau menyengat
Menyoroti temuan 100 titik SPPG fiktif di Cilacap, terungkap lokasinya di kuburan hingga hutan
Salah satunya tolak wacana bangun SPPG, viral Wakil Rektor UNY marah-marah saat mahasiswa akan gelar aksi
Drama kasus MBG di tengah mundurnya Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar nama yang minta jatah titik SPPG nambah lagi
Misteri kematian kepala SPPG di Bandung tuai sorotan, diduga akibat tekanan kerja hingga gejolak batin