Duh! Antrean panjang BBM picu jeritan kecewa warga di Sumut: Seperti antre bansos, padahal beli pakai duit

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 17 Juli 2026 | 22:13 WIB
Menyoroti kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) hingga menuai sorotan tajam sebagian publik di media sosial (Instagram.com/@prokim_pemkomedan)
Menyoroti kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) hingga menuai sorotan tajam sebagian publik di media sosial (Instagram.com/@prokim_pemkomedan)

Distribusi diklaim ‘dikawal’, warga menunggu hasil nyata

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Medan mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memperbaiki distribusi BBM.

Baca Juga: Hotman Paris ngaku jadi pengacara Febrie Adriansyah, eks Jampidsus itu hari ini diperiksa sebagai tersangka

Wali Kota Medan, Rico Waas, menyebut pihaknya terus mengawal proses distribusi agar pasokan BBM bisa kembali normal.

“Pemkot Medan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina sekaligus mengawal proses distribusi agar pasokan BBM tersalurkan dengan lancar,” ujarnya.

Namun, hingga kini antrean panjang masih terjadi di berbagai titik, sehingga klaim pengawalan distribusi tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Sinyal bahaya bagi ekonomi dan UMKM

Di sisi lain, kelangkaan BBM ini dinilai bukan hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi perekonomian daerah.

Baca Juga: Cerita jurnalis Promedia Group dari Bandung, kamarnya kini lebih nyaman dan sehat berkat program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’

Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara, menyebut BBM merupakan elemen vital dalam rantai pasok distribusi barang dan jasa.

“Ketika BBM langka, yang macet bukan hanya kendaraan, tapi juga distribusi bahan pokok, biaya produksi, dan mobilitas usaha,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu kemacetan parah di jalur logistik, menghambat distribusi barang, hingga menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dampak yang paling dikhawatirkan adalah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai paling rentan terdampak.

Baca Juga: Ratusan siswa ikuti MPLS di SMPN 6 Subang, isu sampah jadi sorotan: Wajib bawa ‘tiket pulang’

“Ini ancaman serius bagi iklim usaha di Sumut,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X