Upaya evakuasi dilakukan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan.
Proses penyelamatan berlangsung sekitar empat jam hingga akhirnya korban berhasil diangkat pada pukul 03.55 WIB.
Baca Juga: Baznas Subang gandeng Bank BJB, pembayaran ZIS kini bisa lewat Digi BJB
Untuk mempercepat proses evakuasi sekaligus menjaga keamanan struktur tanah, petugas mengerahkan dua unit ekskavator.
Alat berat tersebut digunakan untuk menggali area sekitar lubang agar akses menuju korban lebih luas dan aman.
Saat berhasil dievakuasi, korban diketahui masih dalam kondisi bernyawa dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.
“Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujar Kepala Sektor Tebet Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Kusnanto, Minggu, 28 Juni 2026.
Baca Juga: Wisata Subang jadi magnet liburan sekolah, D’Castello diserbu wisatawan keluarga
Sorotan pengawasan dan keamanan proyek
Peristiwa ini memicu keprihatinan sekaligus kritik dari masyarakat. Unggahan dari kerabat korban di media sosial turut menggambarkan duka mendalam atas kejadian tersebut.
“Semalam onty nunggu kamu keluar dari sana. Enggak kebayang rasanya ada di dalam sana. Nak, kamu udah cukup berjuang, pulang dengan tenang ya soleh,” tulis keterangan dalam unggahan Instagram @kabar_tebet, Senin, 29 Juni 2026.
Selain itu, sejumlah akun seperti @damkartebet dan @jakartaselatan24jam juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar area proyek yang berisiko.
Baca Juga: Viral oknum nakes konten bayi NICU, tuai kecaman hingga berujung resign
Beragam komentar warganet muncul, mulai dari mempertanyakan pengawasan orang dewasa hingga keamanan proyek.
“Kalau lihat fotonya, tempat lokasi proyek ada pembatas seng. Pertanyaannya umur balita lari-lari apa tidak ada yang mengawasi?” tulis akun @mar*******a
Artikel Terkait
Balita 2 tahun di Cianjur meninggal dunia, diduga terkait kasus keracunan massal MBG
Mobil pengantar jemaah calon haji tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, 4 tewas termasuk balita
Tragedi bus ALS vs truk tangki di Muratara: Korban tewas jadi 18, dugaan ada jenazah balita
Viral balita diajak ke konser malam di waterpark, dokter anak ingatkan risiko kesehatan
Aksi nekat ayah di Bandung: Sekap 3 balita hingga diduga hendak bakar rumah sendiri
Pilu balita 2 tahun di Padang dianiaya ayah kandung, alami luka air panas hingga bekas gigitan
Rekonstruksi kasus daycare Little Aresha ungkap fakta miris, pengasuh ikat balita atas perintah ketua yayasan