Kang Rey soroti alih fungsi lahan di Subang selatan, tegaskan pertahankan perkebunan nanas dan teh

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 8 Juni 2026 | 22:28 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey) saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi lansia di Kabupaten Subang, Senin 8 Juni 2026
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey) saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi lansia di Kabupaten Subang, Senin 8 Juni 2026

Dalam pembahasan tersebut, ia mendorong adanya penegasan zonasi agar tidak terjadi penafsiran yang terlalu luas terhadap jenis perkebunan.

Baca Juga: Detik-detik gempa M 7,7 guncang sekolah SD di Davao Filipina saat upacara, siswa histeris berpelukan

“Rencananya Pak Gubernur akan menspesifikkan kawasan di daerah atas. Jadi tidak hanya disebut perkebunan secara umum, tapi dipertegas perkebunan apa, seperti teh dan nanas. Jadi tidak melebar ke mana-mana,” jelasnya.

Ia menilai langkah tersebut penting agar tidak ada celah bagi perubahan fungsi lahan yang berpotensi merugikan masyarakat maupun lingkungan.

Khawatir dampak lingkungan dan sosial

Kang Rey juga menyoroti potensi dampak lingkungan jika tanaman tebu dikembangkan di wilayah atas Subang. Ia menilai hal tersebut berisiko membuat kawasan menjadi lebih gersang.

“Menurut saya, tebu lebih baik di daerah tengah saja seperti Purwadadi, Cipeundeuy, Cipunagara. Jangan merambah ke atas, karena kasihan. Nanti kalau dipasang perkebunan tebu, bisa jadi gersang,” ujarnya.

Baca Juga: 3 Fakta terkini gempa M 7,7 di Mindanao Filipina, picu tsunami hingga 7 wilayah RI

Ia bahkan membandingkan kondisi Jalancagak saat ini dengan satu dekade lalu yang dinilai sudah mengalami perubahan suhu yang cukup signifikan.

“Sepuluh tahun lalu Jalancagak masih dingin, sekarang sudah terasa panas. Jangan sampai kondisi ini semakin parah,” tambahnya.

Kang Rey menegaskan bahwa pada prinsipnya pemerintah daerah menginginkan kondisi yang kondusif tanpa konflik, serta tidak adanya alih fungsi lahan yang merusak ekosistem.

“Kami ingin semuanya damai, tenang, dan tidak ada alih fungsi lahan untuk hal-hal yang tidak sesuai. Lebih baik tetap sesuai dengan karakter wilayahnya,” tandasnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X