Belasan warga meninggal dunia dan kritis, Kades Jalancagak minta seluruh toko dan warung miras ditutup

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 30 Oktober 2023 | 15:21 WIB
Kades Jalancagak, Indra Zaenal Alim berikan keterangan pers di RSUD Subang, Senin, 30 Oktober 2023
Kades Jalancagak, Indra Zaenal Alim berikan keterangan pers di RSUD Subang, Senin, 30 Oktober 2023

GENMILENIAL.ID - Peredaran miras di Kabupaten Subang sudah cukup memprihatinkan, kali ini sebuah warung miras oplosan di Desa Tambakan diduga menjadi penyebab dari belasan warga Subang meninggal dunia dan dalam kondisi kritis di ruang IGD RSUD Subang.

Kepala Desa Jalancagak, Indra Zaenal Alim yang beberapa warganya juga turut menjadi korban miras oplosan tersebut menyebut bahwa belasan korban meninggal dunia tersebut berasal dari TKP yang berbeda-beda namun berasal dari pembelian tempat yang sama.

"Ada TKP yang di tambakan tapi tempat belinya sama, diduga disana, ada TKP yang dihajatan tapi belinya disana, nah yang warga kami ini, TKP hajatan," kata Indra Zaenal pada genmilenial.id di RSUD Subang, Senin 30 Oktober 2023.

Baca Juga: Darurat miras! 10 warga Subang meninggal dunia dan 4 lainya dalam perawatan IGD usai tenggak miras oplosan

Terkait peredaran miras di Jalancagak, kata Indra tidak sebanyak di kota-kota besar, namun diakuinya banyak yang menjadi titik-titik peredaran barang memabukan tersebut.

Untuk upaya yang dilakukan oleh pemerintahanya, baik tingkat desa atau dengan pihak kecamatan, lanjut Indra sudah dilakukan pengusiran.

"Kita usir, tapi gak tau lah, datang lagi, dan kami juga kapasitasnya hanya cuma himbauan saja, untuk pergerakan kesana ya ada yang terkait, instansi terkait seperti Salpol PP, kemudian akhirnya lembaga kepolisian," ucapnya.

Disamping itu, sebelum kejadian kata Indra Pemerintah Desa Jalancagak bersama karang taruna setempat sudah berencana untuk melakukan deklarasi penutupan toko dan warung-warung miras.

Baca Juga: 7 Manfaat konsumsi buah kaktus bagi kesehatan, salah satunya mengandung antioksidan kuat

"Mau deklarasi tapi sebelum deklarasi, ini terjadi, tau-tau sudah kejadian seperti ini dan buktinya sudah ada, surat yang mau deklarasi, sudah dibuat," pungkasnya.

Dengan kejadian tersebut, Indra pun menyebut bahwa pihaknya dan warga menginginkan seluruh toko dan warung miras yang ada di Kecamatan Jalancagak ditutup total.

"Sekarang warga kami ingin tutup semua warung miras yang ada, khususnya di Kecamatan Jalancagak," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X