GENMILENIAL.ID – Dugaan aksi pelecehan verbal atau catcalling di kereta api lokal rute Garut–Purwakarta viral di media sosial dan memicu kecaman publik.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan penumpang di transportasi umum, Minggu 17 Mei 2026.
Video kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @maudyphoenix dan telah ditonton ratusan ribu kali.
Dalam rekaman itu, terlihat suasana di dalam gerbong sempat memanas hingga melibatkan petugas kereta.
Baca Juga: Subang curi perhatian di Kirab Budaya Tatar Sunda, 'Subang Ngabret' bergema di Bandung
Aksi terjadi di area toilet gerbong
Berdasarkan keterangan pengunggah, aksi tidak terpuji itu dilakukan oleh sekelompok pria yang berada di sekitar area toilet.
Mereka disebut berjumlah sekitar 7 hingga 8 orang, sebagian mengenakan sarung dan peci, serta melontarkan kata-kata tidak pantas kepada penumpang perempuan.
Ucapan yang dilontarkan bernada melecehkan dan membuat penumpang merasa tidak nyaman.
Bahkan, saat ada perempuan yang hendak menggunakan toilet, pelaku masih terus mengeluarkan komentar yang dinilai tidak senonoh.
Baca Juga: Beda sikap MPR dan serikat guru soal permintaan maaf juri LCC usai kontroversi nilai minus 5
Salah satu saksi mengaku sempat menegur karena merasa tindakan tersebut sudah keterlaluan. Namun, perilaku para pelaku tidak langsung berhenti.
Dilaporkan hingga picu kericuhan
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry bantah tudingan pelecehan dan isu kabur ke Mesir, tantang bukti video
Sempat dibantah, Bareskrim tetapkan Syekh Ahmad Al Misry tersangka dugaan pelecehan 5 santri
Viral dugaan pelecehan di KRL tujuan Bogor, korban mengamuk hingga berujung mediasi
Viral dugaan pelecehan di KRL Jakarta Kota–Nambo, korban berani melawan malah disuruh diam penumpang lain
Penumpang KRL pergoki pria sembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran, diduga lakukan pelecehan
Usai viral dijuluki 'Sang Predator', tersangka kasus pelecehan di Ponpes Pati ternyata sempat dilaporkan ke PPA pada 2024
Viral dugaan pelecehan dosen UNU Blitar, 15 mahasiswi jadi korban, pelaku dinonaktifkan sementara