Deputi Kemitraan Strategis ICCN, Dadik Wahyu Chang, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda seremonial.
“Festival ini dirancang sebagai titik awal kerja sama yang lebih luas, termasuk dengan pemerintah, kampus, komunitas, dan sektor swasta,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut diperluas ke Kota Malang melalui pertunjukan budaya dan immersive night berbasis media art yang memadukan tradisi dengan pendekatan kreatif kontemporer.
Melalui ICF 2026, ICCN dan Yayasan Lintas Batas menargetkan lahirnya jejaring kolaborasi, riset, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat pengembangan kawasan budaya berbasis masyarakat di Indonesia.***
Artikel Terkait
ICCN perkuat sinergi dengan Kementerian Ekraf, usung AI dan kompas kota kreatif untuk akselerasi nasional
ICCN dampingi Ternate Youth Planner 2026, dorong kota rempah jadi gerbang gastronomi dunia
Promedia Group teken MoU dengan ICCN untuk perkuat kemandirian ekonomi kreatif di Indonesia
ICCN luncurkan E-Book retrospektif kota kreatif, dokumentasikan perjalanan kota kreatif di Indonesia
Pemkab Pulau Taliabu gandeng ICCN, dorong ekonomi kreatif dan kemandirian daerah
158 Guru vokasi dilatih AI hingga robotika, kolaborasi ICCN dan Intel dorong transformasi pendidikan
ICCN Jakarta jajaki kerja sama dengan UNESA, fokus penguatan SDM industri kreatif