ICF 2026 angkat Boon Pring sebagai ruang hidup, satukan budaya, alam, dan ekonomi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 6 Mei 2026 | 23:09 WIB
Peserta ICF 2026 mengikuti rangkaian kegiatan di kawasan Boon Pring, Kabupaten Malang, yang menjadi pusat pengembangan Bamboo Living Museum sebagai ruang kolaborasi budaya, alam, dan ekonomi kreatif, 8 sampai 10 Mei 2026. (Dok. ICCN)
Peserta ICF 2026 mengikuti rangkaian kegiatan di kawasan Boon Pring, Kabupaten Malang, yang menjadi pusat pengembangan Bamboo Living Museum sebagai ruang kolaborasi budaya, alam, dan ekonomi kreatif, 8 sampai 10 Mei 2026. (Dok. ICCN)

GENMILENIAL.ID – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bersama Yayasan Lintas Batas menggelar Indonesia Culture & Creative Festival (ICF) 2026 yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Kota dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis kawasan melalui pendekatan living museum.

ICF 2026 dipusatkan di kawasan Boon Pring, Kabupaten Malang, yang dikembangkan sebagai Bamboo Living Museum.

Kawasan ini dirancang sebagai ruang hidup yang mengintegrasikan kekayaan alam, praktik budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Green SM dan polisi soroti insiden KRL Bekasi Timur, evaluasi pengemudi jadi sorotan

Festival ini juga menjadi kelanjutan dari penguatan program setelah peluncuran Boon Pring Bamboo Living Museum pada 2025.

Ketua Harian ICCN, Vicky Arief Hidayat, menyampaikan bahwa ICF menjadi wadah pertukaran praktik antar daerah dalam pengembangan ekosistem kreatif.

“Festival ini mempertemukan berbagai pendekatan pengembangan budaya dari banyak kota, sehingga tercipta pembelajaran kolektif yang bisa diterapkan di berbagai wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Project Leader ICF sekaligus Direktur Aktivasi Kebudayaan dan Pusaka ICCN, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa program disusun berdasarkan praktik yang sudah hidup di masyarakat.

Baca Juga: Kampung Influencer Cianjur resmi diluncurkan, dorong ekonomi kreatif berbasis digital

“Yang kami lakukan adalah memperkuat apa yang sudah ada. Dengan begitu, dampaknya tidak berhenti di festival, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Rangkaian program bahas budaya hingga ekonomi kreatif

Selama tiga hari pelaksanaan, ICF 2026 menghadirkan lima program utama, mulai dari sharing session, leader’s talk, cultural residency, pemetaan strategis Boon Pring, hingga festival kebudayaan yang dilengkapi business matching, gastronomi, dan penandatanganan kerja sama lintas sektor.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sharing session di Kota Malang yang membahas berbagai tema strategis, mulai dari penjenamaan kota, penguatan identitas budaya, hingga optimalisasi aset cagar budaya melalui pendekatan placemaking.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X