GENMILENIAL.ID – Dugaan kasus perundungan di SMAN 2 Kota Bekasi menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Seorang siswa berinisial EQ (17 tahun) disebut mengalami bullying sejak awal masuk sekolah, namun justru dilaporkan ke polisi setelah melakukan perlawanan.
Kasus ini ramai diperbincangkan warganet setelah diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo pada Kamis, 16 April 2026.
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa EQ diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya berinisial ANF sejak Juli 2025.
Peristiwa memuncak saat keduanya terlibat cekcok di lingkungan sekolah, tepatnya saat waktu istirahat.
Saat itu, EQ yang tengah memegang ompreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut melakukan tindakan spontan untuk membela diri.
“(Hal itu) untuk melepaskan diri dari jambakan (ANF),” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Insiden tersebut kemudian berujung pada laporan ke pihak kepolisian, yang justru menempatkan EQ dalam posisi sebagai terlapor.
Baca Juga: Kronologi pemotor tewas terlindas bus di Flyover Pesing Jakbar, diduga gagal nyalip
EQ alami tekanan mental usai dilaporkan
Ibu EQ, Eka Dini Amalia (46 tahun), mengungkapkan bahwa kondisi mental anaknya kini mengalami tekanan setelah adanya laporan tersebut.
Ia menyebut proses hukum yang berjalan membuat EQ merasa takut untuk kembali ke sekolah.
“EQ bahkan mengaku takut untuk masuk sekolah karena mendapatkan ancaman dari kakak kelasnya,” ujar Eka.
Artikel Terkait
Asal mula kontroversi Lita Gading vs Ahmad Dhani, berawal dari isu perundungan hingga laporan ke polisi
Pihak Lita Gading bantah tuduhan perundungan anak Ahmad Dhani, Kuasa Hukum: Tidak ada unsur merusak mental
Bukan perundungan, pengacara Lita Gading klaim video viral soal anak Ahmad Dhani adalah konten edukasi
Ahmad Dhani laporkan Lita Gading soal dugaan perundungan anak, singgung soal pemahaman hukum
Psikolog soroti kondisi SA yang disebut masih murung usai diduga alami perundungan di medsos
Renungan sunyi usai kepergian Timothy Anugerah: Jeritan hati ibunda ke anaknya yang dibayangi jahatnya perundungan
Setelah Timothy Anugerah, dunia kedokteran didesak bersih dari skandal perundungan di lingkungan kampus