Rika mengaku kesal dengan kebiasaan tersebut dan meminta agar warga sekitar lebih tertib dalam membuang sampah.
Ia menegaskan bahwa rumah kontrakannya bukan tempat pembuangan sampah gratis.
Baca Juga: Krisis energi Filipina makin parah, warga terpaksa jalan kaki hingga transportasi lumpuh
“Kalau malas bayar sampah atau sayang duitnya, ya buang di tempatnya, kan di depan ada,” ujarnya.
“Ini bukan untuk penampungan sampah gratis, saya juga bayar tiap bulannya,” sambungnya.
Ia juga menduga kebiasaan itu terus terjadi karena dirinya selama ini memilih diam dan tidak menegur langsung.
Tuai sorotan warganet
Video tersebut pun ramai mendapat tanggapan dari warganet dan telah ditonton puluhan ribu kali.
Sejumlah pengguna media sosial memberikan saran agar kejadian serupa tidak terulang.
Mulai dari menyarankan menutup area depan rumah, menaruh pot bunga, hingga membuat tulisan peringatan agar tidak membuang sampah sembarangan.
Ada juga yang menyarankan untuk melaporkan masalah tersebut kepada pemilik kontrakan atau pengurus lingkungan setempat.
Menanggapi hal itu, Rika menjelaskan bahwa bak sampah yang berada di depan rumahnya bukan miliknya, melainkan milik tetangga yang dipindahkan ke area depan kontrakannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terlebih di kawasan permukiman padat.***
Artikel Terkait
Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah
Viral kru bus Madu Kismo buang sampah di tol, perusahaan beri sanksi skorsing sebulan
Turun langsung ke tol, Kang Rey tes jalur mudik: Rest Area 102 sempat padat, arus tetap terkendali
Sosok Tita Andriani: Bank Sampah jadi solusi sampah di Subang, terinspirasi kepedulian KDM
Viral suami ikat istri pakai sarung saat mudik motor, demi aman saat ngantuk
DLH Jakarta bantah buang sampah ke kali Pesanggrahan, klarifikasi justru disorot publik
7 Tahun ngontrak, pemilik rumah syok kamar penyewa di Tangsel penuh sampah menggunung