Viral pemudik di Garut protes one way, paksa petugas buka jalur hingga dorong pembatas jalan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 24 Maret 2026 | 21:13 WIB
Pemudik di Garut, Jawa Barat protes pemberlakuan one way (Instagram/naufalsukangonten)
Pemudik di Garut, Jawa Barat protes pemberlakuan one way (Instagram/naufalsukangonten)

GENMILENIAL.ID – Penerapan sistem satu arah atau one way saat arus mudik Lebaran kembali menjadi sorotan. Kali ini, insiden terjadi di Kabupaten Garut dan viral di media sosial.

Sejumlah pemudik terlihat meluapkan emosi karena terjebak kemacetan saat sistem one way diberlakukan. Mereka bahkan meminta petugas untuk segera membuka jalur agar bisa melintas.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @naufalsukangonten dan dibagikan ulang oleh @sekitargarut pada Senin 23 Maret 2026. 

Baca Juga: Viral mitra MBG joget, Lita Gading sentil keras hingga tantang dilaporkan ke polisi

Pemudik turun ke jalan dan protes

Dalam video berdurasi sekitar 36 detik, terlihat sejumlah pengendara turun dari kendaraan dan memprotes langsung petugas di lapangan.

Beberapa di antaranya bahkan mencoba mendorong water barrier yang digunakan sebagai pembatas jalan.

“Gantian dong Pak,” teriak salah satu pemudik dalam video tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian itu terjadi pada Senin 23 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, saat kepadatan kendaraan meningkat.

Baca Juga: Viral warga Depok tegur pemuda nongkrong hingga jam 3 pagi, berisik pakai sound system

Keterangan dalam unggahan menyebutkan, ratusan pengendara merasa sistem one way yang diterapkan tidak adil karena menyebabkan kemacetan panjang.

Satlantas: One way untuk urai kemacetan

Menanggapi hal tersebut, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut menjelaskan bahwa sistem one way diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Rekayasa lalu lintas ini bertujuan mencegah kemacetan yang lebih parah, terutama saat lonjakan volume kendaraan di momen Lebaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X