Pemerintah juga menyarankan pemudik kembali lebih awal, yakni pada 23 Maret 2026, atau memanfaatkan periode WFA guna menghindari kepadatan.
Baca Juga: Libur lebaran tetap lancar, Perumda TRS Subang jaga pelayanan air 24 jam
Kakorlantas tegaskan hindari tanggal rawan
Senada dengan Menhub, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga menegaskan adanya tiga puncak arus balik yang perlu diwaspadai.
“Kami prediksi tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik Lebaran 2026,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari tanggal-tanggal tersebut demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Diskon tarif tol jadi alternatif
Selain pengaturan waktu perjalanan, pemerintah bersama operator tol juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol.
Baca Juga: Arus ke Cirebon naik 9,4 persen, Astra Tol Cipali siapkan antisipasi arus balik lebaran
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebutkan diskon sebesar 30 persen diberikan pada 26–27 Maret 2026 di sejumlah ruas tol.
“Kami memohon masyarakat dapat memilih waktu kepulangan yang telah dianjurkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk pada puncak arus balik.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.***
Artikel Terkait
Antrean 35 km di Pelabuhan Gilimanuk, 16 pemudik pingsan saat arus mudik memuncak
Arus mudik H-2 lebaran di Tol Cipali tembus 100 ribu kendaraan, lalu lintas ramai lancar
Turun langsung ke tol, Kang Rey tes jalur mudik: Rest Area 102 sempat padat, arus tetap terkendali
Arus ke Cirebon naik 9,4 persen, Astra Tol Cipali siapkan antisipasi arus balik lebaran
Libur lebaran tetap lancar, Perumda TRS Subang jaga pelayanan air 24 jam
WFH usai lebaran 2026, antisipasi krisis energi global yang mulai menekan harga BBM
Viral Central Cee bungkus paket lebaran untuk lansia jelang konser di Singapura