GENMILENIAL.ID – Kegiatan ngabuburit dan orasi kebangsaan bersama 200 tokoh lintas agama digelar di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 7 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas iman sekaligus upaya merawat kebhinekaan di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya tokoh Islam Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah serta Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 buku karya Gus Miftah berjudul Merawat Kebhinekaan Menyemai Kerukunan dibagikan kepada para peserta yang hadir.
Refleksi intoleransi di Indonesia
Buku tersebut lahir dari kegelisahan Gus Miftah terhadap berbagai peristiwa intoleransi yang dinilai masih terjadi di Indonesia.
Beberapa kasus yang disorot antara lain perusakan rumah ibadah, penolakan pembangunan gereja, pelarangan ritual keagamaan kelompok minoritas, hingga maraknya ujaran kebencian di media sosial.
Melalui bukunya, Gus Miftah mengajak masyarakat untuk merefleksikan kondisi tersebut.
Ia mempertanyakan mengapa bangsa yang menjunjung tinggi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika masih menghadapi persoalan intoleransi.
Baca Juga: Viral dugaan menu MBG berisi ulat di SMP Pasundan 9 Bandung, muncul chat guru cari penyebar video
Menurutnya, intoleransi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kebijakan publik yang diskriminatif, hingga ujaran kebencian di ruang digital.
“Saya percaya bahwa kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia harus dirawat, dijaga, dan diperjuangkan oleh semua elemen bangsa. Tanpa perlawanan kolektif terhadap intoleransi, kita akan kehilangan rumah besar bernama Indonesia,” ujar Gus Miftah.
Pentingnya literasi toleransi
Artikel Terkait
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
Merajut persatuan dalam kebhinekaan pada Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
Prabowo sebut Indonesia dan Mesir miliki kesamaan memandang Islam moderat: Junjung tinggi toleransi dan perdamaian
Polres Subang perkuat benteng toleransi, cegah radikalisme dari desa
Bukan sekadar simbol, toleransi lintas agama di Dusun Thekelan hidup sebagai tradisi turun-temurun
Gus Miftah buka puasa bareng pekerja Colosseum Jakarta, kembali berdakwah di klub malam
Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya