Viral ibu pedagang sayur di Sumba Barat Daya dilarang jualan di teras rumah sendiri, Satpol PP sebut buat 'pasar tandingan'

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 23 Februari 2026 | 08:57 WIB
Menyoroti viralnya insiden petugas Satpol PP yang menutup paksa lapak jualan pedagang sayuran di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Instagram.com/@fakta.indo)
Menyoroti viralnya insiden petugas Satpol PP yang menutup paksa lapak jualan pedagang sayuran di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Instagram.com/@fakta.indo)

Baca Juga: 21 Tahun di Jepang, Sastia Prama Putri tetap bangga gunakan paspor Indonesia: Jangan lelah mencintai tanah air

Satpol PP sebut penertiban sesuai Perda

Di sisi lain, petugas Satpol PP menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Petugas menyampaikan bahwa aktivitas perdagangan telah dipusatkan di lokasi tertentu yang telah disediakan oleh Pemda.

Para pedagang diminta untuk berjualan di tempat yang telah ditentukan agar tidak memunculkan pasar liar atau tandingan.

Baca Juga: Ribuan warga Sumenep antre tarawih sejak siang, ada tradisi bagi-bagi amplop Rp300 ribu sebagai penyemangat

“Tolong diangkat ini (barang dagangan), angkat sudah ini,” ujar salah seorang petugas dalam video tersebut.

Petugas lainnya juga meminta sang ibu untuk menghargai aturan pemerintah dan tidak membuka lapak di luar area yang telah ditetapkan.

Berjualan demi biaya sekolah anak

Dalam perdebatan tersebut, ibu penjual sayur itu menegaskan bahwa dirinya berdagang demi memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Kita menjual ini untuk menambah sedikit agar bisa membiayai sekolah anak-anak,” tuturnya.

Baca Juga: Viral Awardee LPDP pamer anak jadi WNA Inggris, suami dipanggil diduga belum tuntaskan pengabdian

Unggahan video tersebut pun mendapat perhatian luas. Hingga Minggu, 22 Februari 2026 pukul 15.30 WIB, postingan itu telah disukai puluhan ribu pengguna Instagram dan memicu perdebatan mengenai hak warga berjualan di area pribadi serta kebijakan penataan pasar oleh pemerintah daerah.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak otoritas setempat terkait viralnya insiden tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X