Polres Subang gelar doa lintas agama untuk korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 5 Desember 2025 | 04:56 WIB
Polres Subang gelar Doa Bersama Lintas Agama tingkat Polda Jawa Barat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 4 Desember 2025 (Dok. Istimewa)
Polres Subang gelar Doa Bersama Lintas Agama tingkat Polda Jawa Barat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 4 Desember 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID Polres Subang mengikuti Doa Bersama Lintas Agama tingkat Polda Jawa Barat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Aula Patriatama Polres Subang.

Acara ini dihadiri Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, para tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Subang, serta perwakilan berbagai organisasi keagamaan.

Kehadiran tokoh agama dan Forkopimda

Kegiatan turut diikuti Ketua MUI Kabupaten Subang KH. Abdul Manaf, perwakilan Kemenag Subang H. Mamat Suhermat, unsur PD Persis, BKSG, PCNU, FKUB, Muhammadiyah, perwakilan agama Nasrani, Protestan, Katolik, Buddha, serta Pimpinan Ponpes Raudlatul Hasanah KH. Moch. Abdul Mu’min.

Baca Juga: Curah hujan tinggi picu Sungai Cikanday meluap, enam rumah rusak dan puluhan warga dievakuasi

Kemudian turut hadir pula para PJU, Kapolsek, perwira, dan personel Polres Subang yang turut hadir melengkapi kebersamaan dalam acara tersebut.

Pesan Kapolda Jabar untuk korban bencana

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan wujud empati terhadap para korban bencana.

Doa lintas agama ini sebagai bentuk kepedulian kita untuk saudara-saudara yang dilanda bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh," ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan.

"Kita memohon perlindungan agar masyarakat Jawa Barat dijauhkan dari segala musibah,” tambahnya.

Baca Juga: Jalan Pasar Panjang kini mulus, program 'Ngabret Jalan Leucir' mulai terlihat hasilnya

Simbol persatuan dan kepedulian sosial

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh para tokoh agama sebagai simbol persatuan, toleransi, serta harapan agar para korban diberikan ketabahan dan kekuatan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan berlangsung aman, tertib, serta kondusif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X