- 23 orang selamat
- 13 orang meninggal dunia
- 10 orang masih dalam pencarian
Intensitas hujan tinggi dan meningkatnya debit air sungai menjadi pemicu utama longsor tersebut. Wilayah terdampak kini masuk kategori zona merah.
Baca Juga: Hari ke-4 pencarian longsor Cilacap: 1 Korban ditemukan, 11 orang diduga masih tertimbun material
Mitigasi: Analisis geologi dan pengalihan aliran sungai
Dandim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz, menjelaskan bahwa tim geologi UGM telah meninjau lokasi awal longsor untuk menganalisis struktur tanah.
“Mereka melakukan sodetan agar aliran sungai tidak kembali ke titik longsor,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk mencegah material baru menumpuk jika hujan deras turun lagi.
Zona Merah: Warga harus direlokasi
Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, menegaskan relokasi adalah langkah wajib demi keselamatan.
“Dalam satu dua hari ke depan akan kami data secara akurat warga yang wajib direlokasi,” ujarnya.
Ia menegaskan wilayah tersebut tidak layak lagi dihuni karena rawan bencana.
Situasi masih dipantau
BPBD di Banjarnegara dan Cilacap masih melakukan asesmen lanjutan.
Masyarakat diminta tetap berada di lokasi aman hingga kondisi cuaca stabil mengingat hujan deras masih mendominasi beberapa hari terakhir, faktor utama meningkatnya potensi longsor di Jawa Tengah.***
Artikel Terkait
Banjir dan longsor terjang Sukabumi, 1.800 warga terdampak: BPBD sebut salah satu yang terparah tahun ini
Tak tinggal diam, PT Dahana salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Sukabumi
Tragedi longsor Trenggalek: Satu keluarga tertimbun, empat tewas, satu selamat di tengah hujan deras
Longsor di Cibeunying makan korban, BNPB pastikan 47 warga terdampak
Fakta longsor Cilacap: 16 Rumah tertimbun, 2 warga tewas, 21 masih hilang
Hari ke-4 pencarian longsor Cilacap: 1 Korban ditemukan, 11 orang diduga masih tertimbun material
BNPB–BMKG siapkan rekayasa cuaca, evakuasi longsor cilacap dikebut