Tiba-tiba dipanggil ke Istana, Ignasius Jonan temui Presiden Prabowo selama dua jam: Kami hanya sharing sebagai warga negara

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 4 November 2025 | 10:21 WIB
Ignasius Jonan dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Kepresidenan di tengah isu Whoosh (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Ignasius Jonan dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Kepresidenan di tengah isu Whoosh (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Nama Ignasius Jonan kembali mencuat seiring polemik proyek Whoosh. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengungkapkan, Jonan termasuk sosok yang sejak awal menolak proyek tersebut saat menjabat sebagai Menteri Perhubungan di era Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Menkeu Purbaya tegaskan data Kemenkeu sudah dicek berkali-kali, fokus dorong penyerapan APBN dan pertumbuhan 8 persen

“Saat itu dua orang yang menolak Whoosh, satu Ignasius Jonan, dua saya. Dia bilang nggak setuju karena terlalu mahal dan konsesinya langsung 50 tahun,” kata Agus dalam podcast Abraham Samad Speak Up, 26 Oktober 2025.

Mahfud MD: Pemecatan Jonan adalah hak prerogatif presiden

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya juga menyinggung kisah pemecatan Jonan terkait penolakannya terhadap proyek Whoosh.

“Pak Jonan tidak setuju, lalu diberhentikan. Apakah itu salah? Tidak. Itu hak prerogatif presiden,” ujar Mahfud.

Baca Juga: Mendagri Tito jelaskan penyebab data keuangan Pemda berbeda antara Kemendagri dan BI: Soal waktu pencatatan dan kesalahan input BPD

Mahfud menjelaskan, perubahan skema proyek dari kerja sama pemerintah antarnegara (G-to-G) menjadi proyek komersial dengan Tiongkok menjadi salah satu titik awal perbedaan pandangan kala itu.

Kini, ketika isu Whoosh kembali mencuat di masa pemerintahan Prabowo, kehadiran Jonan di Istana memunculkan berbagai tafsir publik, apakah sekadar pertemuan silaturahmi, atau sinyal awal keterlibatan kembali sosok profesional itu dalam urusan strategis negara.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X