Prabowo sentil kelompok yang anggap pemikiran Bung Karno-Hatta tak relevan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 17:56 WIB
Presiden Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 15 Agustus 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 15 Agustus 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID - Presiden Prabowo Subianto menyinggung kelompok yang menilai pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta sudah tidak relevan di era modern.

Pernyataan ini disampaikan dalam Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 15 Agustus 2025.

“Saya melihat ada kecenderungan dari sebagian kaum elite Indonesia, sebagian orang-orang yang memandang dirinya paling pintar di Republik ini, mereka memandang bahwa pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta, pemikiran generasi 45, tidak relevan lagi di zaman sekarang, sudah kuno, sudah lawas untuk menghadapi tantangan abad ke-21,” ucap Prabowo dari atas podium Sidang Tahunan DPR/MPR.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo sudah kembalikan uang dugaan korupsi DJKA, KPK: Pengembalian tak hapus pidananya

Prabowo menegaskan bahwa pandangan tersebut keliru. Ia menekankan bahwa generasi 1945 merupakan generasi yang mengalami penjajahan dan imperialisme, sehingga pemikiran mereka lahir dari pengalaman pahit melihat kekayaan Indonesia diangkut keluar Nusantara selama ratusan tahun.

“Mereka sadar dan merasakan, melihat bahwa kekayaan Indonesia diangkut ratusan tahun keluar dari Nusantara ini, karena itu mereka menyusun rancang bangun,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, dokumen yang dibuat generasi 45 meski tidak panjang, namun sangat eksplisit mengatur bagaimana ekonomi dan demokrasi Indonesia harus dijalankan.

Baca Juga: Dari hajatan ke panggung televisi, jejak karier Mpok Alpa yang tak terlupakan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang kuat apabila rancang bangun tersebut dijalankan.

Rancang bangun yang dimaksud adalah Undang-Undang Dasar 1945 yang harus ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Undang Undang Dasar 1945 adalah rancang bangun yang relevan, rancang bangun yang ampuh, rancang bangun yang nyata, dan rancang bangun yang operasional untuk kita gunakan,” tegasnya.

Pidato Kenegaraan hari ini mencakup dua agenda utama, yaitu pembahasan kinerja pemerintah selama ini serta Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan.

Baca Juga: Istana imbau masyarakat hentikan aktivitas selama 3 menit saat detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2025

Prabowo mengingatkan bahwa pemahaman dan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 bukan sekadar slogan, melainkan fondasi bagi kemajuan bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X