GENMILENIAL.ID – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan.
Pada Jumat malam, 1 Agustus 2025 pukul 20.48 WITA, gunung ini meletus dahsyat dengan kolom abu mencapai 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 12.000 meter di atas permukaan laut.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Jumat, 01 Agustus 2025, pukul 20:48 WITA. Tinggi kolom abu teramati ± 10.000 m di atas puncak,” demikian keterangan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca Juga: Anies Baswedan sambut abolisi Tom Lembong: Waktu tak bisa kembali, tapi esok bisa dimenangkan
Letusan tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi gempa selama 220 detik.
PVMBG melaporkan peningkatan aktivitas signifikan, termasuk gempa dan pergerakan magma, yang mengindikasikan tekanan kuat dari dalam gunung.
Dalam foto yang diunggah laman resmi Magma Indonesia, langit sekitar puncak gunung tampak memerah akibat semburan material vulkanik.
Kolom abu tebal membubung tinggi dengan warna kelabu hingga hitam, menyebar ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Baca Juga: Remehkan orang ngegym, Timothy Ronald disentil keras Deddy Corbuzier
Sebelum terjadi erupsi, petugas pos pengamatan telah mengeluarkan peringatan dini kepada warga. Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini berada dalam status Siaga.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung agar tetap tenang, tidak panik, dan menjauhi zona berbahaya yang telah ditetapkan.
Warga diminta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi menghindari risiko bencana susulan.***
Artikel Terkait
Menhut Raja Juli: Naik gunung bukan healing ke mal, butuh edukasi dan persiapan matang
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Evaluasi SOP pendakian gunung, Agam Rinjani soroti lisensi pemandu: Kami punya kemampuan tapi tak punya sertifikat
Ali Musthofa ungkap Gunung Rinjani jadi pendakian pertama Juliana Marins sebelum tewas terjatuh
Fenomena kerumunan serba putih di Puncak Gunung Lawu: Dua versi kronologi pendaki jadi petunjuk
Pemerintah tutup jalur pendakian Gunung Rinjani untuk evaluasi keamanan
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km