Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya tambah daftar panjang kecelakaan kapal di Selat Bali

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 8 Juli 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi perairan di wilayah Selat Bali (Unsplash.com/Maximus Beaumont)
Ilustrasi perairan di wilayah Selat Bali (Unsplash.com/Maximus Beaumont)

GENMILENIAL.ID – Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, kembali menorehkan catatan kelam dalam sejarah pelayaran di kawasan tersebut.

Kapal yang mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan itu dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya dinyatakan tenggelam pada pukul 23.35 WIB.

Hingga Kamis pagi, 3 Juli 2025, pukul 11.00 WIB, sebanyak 31 orang telah berhasil diselamatkan, sementara 4 orang ditemukan meninggal dunia dan 30 lainnya masih dalam proses pencarian.

Baca Juga: Kemenhub: KMP Tunu Pratama Jaya alami distress sebelum tenggelam di Selat Bali

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, memastikan operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan melibatkan setidaknya 15 kapal dan satu helikopter.

"Upaya pencarian kami lakukan secara intensif demi menemukan para korban yang belum ditemukan," kata Masyhud dalam keterangannya di Jakarta.

Selat Bali, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, dikenal sebagai jalur pelayaran strategis dan sibuk. Namun, di balik kepadatan arus lautnya, selat ini menyimpan risiko yang kerap mengintai.

Secara geologis, Selat Bali terbentuk dari aktivitas tektonik dan memiliki arus laut kuat serta gelombang tinggi yang kerap menyulitkan pelayaran, terlebih saat kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Bukan Mulan Jameela, Tata Janeeta bagikan momen gemas soal persahabatannya dengan Maia Estianty

Daftar tragedi kapal di Selat Bali

Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya bukan yang pertama di wilayah ini.

Berikut beberapa kecelakaan kapal besar yang tercatat dalam empat dekade terakhir:

  • PLM Labalikan (1985): Dihantam angin dan ombak besar. Sebanyak 12 awak dinyatakan hilang.
  • Feri LCT Kaltim Mas II (1994): Karam akibat arus kuat, menewaskan puluhan penumpang.
  • KMP Rafelia 2 (2016): Tenggelam karena kelebihan muatan saat membawa kendaraan dan penumpang.
  • KMP Yunicee (2021): Terbawa arus saat bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, tenggelam dan menewaskan sejumlah penumpang.

Baca Juga: Selain jalur diplomasi, DPR minta pemerintah pertimbangkan opsi militer untuk bebaskan selebgram WNI di Myanmar

Kini, insiden KMP Tunu Pratama Jaya menambah deret panjang tragedi laut di Selat Bali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X