Insiden tegang warnai jelang Peringatan 103 Tahun Pejuang Siliwangi di Subang, Ketua DPC PS: Satpol PP tak tahu sejarah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 3 Juli 2025 | 17:09 WIB
Ketua DPC Pejuang Siliwangi, Beni Rudiono geram dengan tindakan Satpol PP yang membuka baliho Hari Jadi ke 103 PS tanpa koordinasi denganya di depan Wisma Karya Subang, Kamis 5 Juli 2025
Ketua DPC Pejuang Siliwangi, Beni Rudiono geram dengan tindakan Satpol PP yang membuka baliho Hari Jadi ke 103 PS tanpa koordinasi denganya di depan Wisma Karya Subang, Kamis 5 Juli 2025

GENMILENIAL.ID – Momen sakral peringatan Hari Jadi ke-103 Pejuang Siliwangi (PS) Kabupaten Subang sempat diwarnai insiden tegang antara anggota PS dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis pagi, 3 Juli 2025 di Wisma Karya Subang.

Ketegangan terjadi sebelum acara dimulai, ketika petugas Satpol PP tiba-tiba menurunkan baliho milik Pejuang Siliwangi yang telah dipasang di depan Wisma Karya tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan panitia penyelenggara.

Aksi tersebut langsung memicu kemarahan sejumlah anggota PS, termasuk Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Subang, Ir. Beni Rudiono. Ia bahkan turun langsung ke lokasi dan melontarkan protes keras kepada petugas Satpol PP.

“Dia (Satpol PP) gak tahu sejarah,” ujar Beni dengan nada tinggi.

Baca Juga: Usia ke-103, Pejuang Siliwangi kenang keteladanan Raden Ama Poeradiredja: Hidup untuk umat, bukan jabatan

Menurutnya, penurunan baliho tanpa pemberitahuan merupakan bentuk ketidakhormatan terhadap acara yang memperingati tokoh besar sekaliber Raden Ama Poeradiredja.

“Kalau di situ ada foto saya, minimal telepon saya. Kan saya tersinggung. Ini peringatan Pejuang Siliwangi, hanya nempel sebentar kok dipindahkan begitu saja,” tegasnya.

Ketegangan antara Satpol PP dan Anggota PS pada peringatan Hari Jadi PS ke 103 di depan Wisma Karya Subang yang dilerai oleh Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda
Ketegangan antara Satpol PP dan Anggota PS pada peringatan Hari Jadi PS ke 103 di depan Wisma Karya Subang yang dilerai oleh Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda

Beni menyayangkan tidak adanya komunikasi dari pihak Satpol PP kepada dirinya maupun panitia sebelum tindakan itu dilakukan.

“Minimal telepon ‘Pak Beni punten’. Ini tidak ada koordinasi, langsung buka dan pindahkan ke sana. Saya marah, siapapun saya hadapi kalau caranya seperti itu,” tambahnya.

Baca Juga: Gugur saat mengabdi: dr. Marwan al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel

Ketegangan makin memanas ketika Wakil Ketua DPC PS, Dadang Helmi Garna, juga memprotes keras petugas Satpol PP yang tak dapat menjelaskan dengan jelas dasar penurunan baliho tersebut.

“Saya tanya koordinasi sama siapa? Kepala Trantib? Pak Beni? Mereka bilang tidak tahu. Ya jangan kurang ajar!” ujar Dadang saat meluapkan kekecewaannya.

Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil diredam oleh pihak kepolisian, salah satunya Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda, yang berada di lokasi dan segera menenangkan kedua belah pihak agar acara tetap berjalan kondusif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X