GENMILENIAL.ID – Bencana banjir besar melanda Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyusul hujan deras yang mengguyur daerah itu secara intens sejak beberapa hari terakhir.
Banjir ini telah menyebabkan satu balita meninggal dunia, ribuan warga mengungsi, dan infrastruktur rusak parah di lima kecamatan terdampak.
Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 13.965 jiwa terpaksa dievakuasi ke tempat aman setelah banjir menerjang 15 desa yang tersebar di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, dan Gane Timur Selatan.
Baca Juga: Presiden Iran tegaskan tak ingin produksi senjata nuklir: Kami hanya ingin pertahankan hak yang sah
“Banjir melanda 15 desa di lima kecamatan tersebut. Seorang balita dua tahun meninggal dunia akibat terseret arus, dan satu orang lainnya luka karena tersengat listrik,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin, 23 Juni 2025.
Para pengungsi kini ditampung di empat titik lokasi pengungsian sementara, yakni Kantor BPBD, Masjid Raya Al-Khairat, Masjid Sultan Bacan, dan SMP Negeri 1 Bacan.
Dinas Sosial dan Tagana telah mendirikan dapur umum di Lapangan Merdeka Labuha dan Desa Amasing Kota Utara untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Selain korban jiwa dan pengungsian massal, banjir juga merusak 1.522 rumah, di mana empat di antaranya mengalami kerusakan berat.
Infrastruktur penting turut terdampak, termasuk dua jembatan rusak berat, satu jembatan rusak ringan, serta bronjong sepanjang 40 meter yang jebol. Ketinggian air di beberapa titik tercatat mencapai 150 cm.
Status tanggap darurat ditetapkan
Menyikapi skala kerusakan dan potensi risiko lanjutan, Bupati Halmahera Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 14 hari sejak 22 Juni hingga 7 Juli 2025.
Status ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 154 Tahun 2025.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Update bencana banjir di Grobogan Jateng: Akibat luapan sungai tuntang yang sudah 4 kali jebol di 2025
3 Poin masalah banjir di Jabar versi Dedi Mulyadi, salah satunya banyak daerah rawa yang diuruk
Akui sulit relokasi warga di daerah langganan banjir, Dedi Mulyadi usulkan rumah kolong jadi solusi
Soroti kebijakan Menteri PKP soal banjir, Dedi Mulyadi bakal adopsi rumah panggung di 6 daerah Jabar
Soroti kebijakan Prabowo, Dedi Mulyadi kini berjanji ke warga Jabar: Tak boleh lagi ada banjir berikutnya
Janji menteri cegah banjir di pemukiman warga, model rumah panggung Prabowo ikut disebut
Anak Ridwan Kamil ikut banjir dukungan dari warganet usai sang ayah mendadak viral di media sosial: Semangat Zara dan Bu Cinta!