Viral pembagian MBG masih bahan mentah di Tangsel, BGN bantah ada kebijakan resmi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 19 Juni 2025 | 22:32 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan tentang menu MBG dibagikan mentah (Instagram/badangizinasional.ri)
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan tentang menu MBG dibagikan mentah (Instagram/badangizinasional.ri)

GENMILENIAL.ID – Sebuah unggahan viral di media sosial menunjukkan pembagian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk bahan mentah di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Menu tersebut disebutkan dibagikan untuk lima hari sekaligus, berisi antara lain buah-buahan, kacang, beras, telur puyuh, dan ikan asin.

Fenomena itu memicu pertanyaan publik, terutama karena MBG yang digulirkan sejak 6 Januari 2025 dirancang untuk memberikan makanan siap konsumsi kepada peserta didik di sekolah.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa belum ada kebijakan resmi dari BGN yang memperbolehkan distribusi MBG dalam bentuk bahan mentah.

Baca Juga: Gugatan Rp100 miliar dari Nikita Mirzani dinilai gertakan, kuasa hukum Reza Gladys: Uang kami justru diperas

“Belum ada kebijakan BGN seperti itu,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 19 Juni 2025.

Ia menjelaskan, petunjuk teknis (juknis) untuk pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah masih dalam tahap penyusunan.

Kebijakan tersebut sedang dirancang dengan mempertimbangkan skema kehadiran siswa dan pola pemberian asupan gizi yang tepat.

Menurut Dadan, pihaknya telah meminta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan survei langsung ke sejumlah sekolah guna memetakan jadwal dan intensitas kehadiran siswa selama libur sekolah.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto akan gunakan teknologi AI untuk susun pledoi di kasus suap dan obstruction of justice

“Jika siswa masih bisa datang ke sekolah, maka MBG akan diberikan dalam bentuk fresh food. Siswa juga dapat dibekali makanan yang tahan lebih lama seperti telur, buah, dan susu untuk satu atau dua hari ke depan,” jelasnya.

Namun jika mayoritas siswa tidak hadir selama liburan, BGN akan melakukan penyesuaian penyaluran program dengan menyasar kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Kami memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berlandaskan prinsip pemerataan gizi, efektivitas penyaluran, dan keberlanjutan manfaat,” tegas Dadan.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada keputusan sepihak terkait format pembagian MBG tanpa dasar kebijakan resmi dari BGN.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X