Kemenag ungkap 4 penyebab jemaah haji Indonesia tak kebagian tenda di Arafah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 8 Juni 2025 | 23:57 WIB
Kasur di dalam tenda untuk jemaah haji Indonesia di Arafah (Instagram/kemenag_ri)
Kasur di dalam tenda untuk jemaah haji Indonesia di Arafah (Instagram/kemenag_ri)

GENMILENIAL.ID - Puncak ibadah haji tahun ini diwarnai persoalan serius. Banyak jemaah haji Indonesia dilaporkan tidak kebagian tenda saat wukuf di Arafah pada Kamis, 6 Juni 2025 (9 Zulhijjah 1446 H).

Kementerian Agama melalui Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, mengungkapkan empat penyebab utama yang menjadi akar masalah tersebut.

Menurut Muchlis, sejumlah tenda di Arafah sebenarnya masih memiliki ruang kosong, namun tidak bisa dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Gubernur Pramono Anung janjikan kemudahan pengurusan dokumen korban kebakaran Kapuk Muara

Salah satu contohnya, tenda berkapasitas 350 orang hanya dihuni 325 jemaah dari satu kelompok, namun tidak dapat diisi oleh jemaah dari kelompok lain, meskipun berasal dari markaz yang sama.

“Penggunaan tenda tidak bisa dioptimalkan karena sistem penempatan yang tidak fleksibel antar kelompok,” kata Muchlis, dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu, 8 Juni 2025.

Masalah kedua, lanjut Muchlis, berasal dari skema pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Arafah yang berbasis hotel, bukan berdasarkan markaz atau syarikah.

Hal ini menyulitkan pengaturan, terutama saat jemaah memilih berpindah hotel tanpa mempertimbangkan keterkaitan wilayah markaz.

Baca Juga: Unggah penampilan baru, Ivan Gunawan ungkap syukur selesai jalani ibadah haji

“Akibatnya, ada tenda yang sudah penuh lebih dulu, padahal jemaah lain yang seharusnya menempati tenda tersebut belum tiba,” jelasnya.

Penyebab ketiga adalah banyaknya jemaah yang secara sepihak berpindah tenda untuk bergabung dengan kerabat atau kelompok bimbingan dari daerah asal.

Perpindahan ini menyebabkan distribusi jemaah tidak merata dan memperumit pengawasan.

“Perpindahan sepihak memperburuk distribusi beban tenda dan menyulitkan kontrol layanan secara keseluruhan,” tambah Muchlis.

Sementara itu, faktor keempat adalah keterbatasan jumlah petugas haji dibanding jumlah jemaah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X