Istana jelaskan arti pidato Prabowo soal adu domba asing: Jangan gadaikan kepentingan nasional

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 4 Juni 2025 | 10:01 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (Instagram/presidenrepublikindonesia)

GENMILENIAL.ID - Istana Kepresidenan menjelaskan maksud pidato Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan soal campur tangan asing melalui pendanaan terhadap sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juni 2025.

“Dengan uang, mereka (pihak asing) membiayai LSM untuk mengadu domba kita,” ucap Prabowo dalam pidatonya.

Ia juga menyoroti narasi demokrasi dan kebebasan yang diklaim pihak asing.

Baca Juga: Istana tanggapi isu reshuffle kabinet: Itu hak prerogatif presiden

“Mereka katanya penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers, padahal itu adalah versi mereka,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa Presiden tidak menyamaratakan seluruh LSM di Indonesia.

"Yang ditekankan oleh Bapak Presiden bukan seluruh LSM, tapi kelompok-kelompok yang selama ini merongrong persatuan," kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juni 2025.

Ia menjelaskan, pemerintah tetap mengapresiasi kiprah banyak NGO atau LSM yang berperan penting di berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.

Baca Juga: Tersinggung tak dipinjami uang, karyawan di Bekasi bunuh bos sembako dan rampas uang Rp84 juta

"Pemerintah menyadari bahwa selama ini banyak NGO yang punya peran besar," jelas Hasan.

Hasan juga menyebut bahwa Prabowo tidak bermaksud membangkitkan sentimen anti-asing, melainkan mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak menggadaikan kepentingan nasional demi agenda luar.

"Beliau tidak sedang mengajak kita untuk membenci asing, tapi menekankan agar jangan gadaikan kepentingan nasional," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden memiliki data terkait keberadaan LSM tertentu yang dinilai bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, dan hal itulah yang menjadi sorotan dalam pidato Presiden.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X