Sentuhan kampung halaman sambut jemaah, tenda di Arafah dan Mina gunakan bahan dari Cirebon dan Cianjur

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 28 Mei 2025 | 11:55 WIB
Suasana tenda di Mina untuk jemaah calon haji (Instagram/kemenag_ri)
Suasana tenda di Mina untuk jemaah calon haji (Instagram/kemenag_ri)

GENMILENIAL.ID - Suasana akrab dan santai khas kampung halaman Indonesia kini hadir di tenda-tenda jemaah calon haji asal Indonesia di Arafah dan Mina.

Hal ini merupakan hasil kreasi sejumlah pengrajin lokal dan kebijakan terbuka dari Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang memperbolehkan Syarikah penyedia layanan untuk memberikan fasilitas tambahan bagi jemaah.

Dirjen PHU, Hilman Latief, mengatakan bahwa seluruh Syarikah diberi ruang untuk berinovasi demi menciptakan kenyamanan jemaah, terutama saat mereka bermalam (mabit) di tenda selama puncak ibadah haji.

Baca Juga: Syarikah berlomba ciptakan kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia, tenda di Mina usung nuansa tanah air

Salah satu konsep menarik ditampilkan oleh Syarikah Al Bait Guest. Di sepanjang tenda jemaah, dibangun koridor dengan desain khas pedesaan Indonesia.

Terlihat kursi kayu, pagar bambu, lampu gantung anyaman, serta deretan bunga segar menghiasi tenda-tenda.

Bahkan area lounge tenda dirancang seperti saung, lengkap dengan alas kayu dan tempat lesehan bagi jemaah.

“Ruangan luar ini dibuat mirip saung-saung, bisa buat jemaah bersantai, makan-makan, dan berteduh. Bunganya dan kursi rotannya juga kayak di Indonesia,” ujar Dedi Junaedi, pengrajin asal Cianjur, dikutip dari unggahan Kemenag, Rabu, 28 Mei 2025.

Baca Juga: Tak mau terhenti di round 3, Kluivert tekankan pemain pahami cara kalahkan lawan

Untuk mewujudkan nuansa khas Nusantara ini, material seperti bambu dan kayu diimpor langsung dari Palimanan, Cirebon, dan sebagian dari Cianjur.

Proses pembangunan memakan waktu sekitar satu minggu, dikerjakan oleh tiga orang pengrajin.

“Kita ingin bikin konsep yang segar dan sejuk. Bunganya juga dari Indonesia. Supaya nanti jemaah merasa dekat dengan suasana rumah sendiri, meski sedang di Makkah,” ujar Jaelani, salah satu pengrajin lainnya.

Menurut Dirjen PHU Hilman Latief, penataan ruang santai seperti ini, dengan warna hijau dan nuansa sight-seeing yang alami, terbukti meningkatkan kenyamanan jemaah.

Baca Juga: Bupati Subang kunjungi pedagang bakso korban uang palsu, beri dukungan dan lunasi cicilan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X