Edwin pun menyoroti sikap ketus dari seorang bidan dalam memberi tahu pendarahan yang dialami istrinya.
"Sabar atuh Pak, kan mau dioperasi," cerita Edwin meniru bidan yang menangani sang istri.
Setelah proses persalinan, Edwin menyebut sang istri tidak dibius total dan mendapat informasi anaknya lahir dengan berat 1.600 gram dan langsung dibawa ke ruangan bayi.
Saat dipanggil ke ruangan bayi, Edwin melihat kondisi anaknya yang dalam kondisi kritis.
"Pak. ini anak kritis, beratnya 1.200," ucap Edwin meniru perkataan staf rumah sakit.
"Edwin tidak tahu tindakan apa, disuruh tanda tangan, sudah keluar. Terus, sekitar jam 10.55, dipanggil lagi, bahwa anak sudah meninggal dunia," tandasnya.***
Artikel Terkait
Tinjau fasilitas kesehatan, Pj Bupati Subang : Kami harap RSUD Subang dapat berikan layanan terbaik bagi masyarakat Subang
Kapolres Subang serahkan 10 jenazah kecelakaan tragedi Ciater pada keluarga korban di RSUD Subang, ini daftar nama-namanya!
Rugikan negara Rp1,24 miliar, Polres Subang amankan 3 tersangka korupsi pengadaan 2 unit ambulance RSUD Subang, salah satunya PNS
Viral RSUD Kota Bekasi terendam banjir: Listrik padam hingga pasien ICU dievakuasi
Terdampak banjir, Direktur RSUD Chasbullah Bekasi cemaskan kondisi pasien akibat fasilitas rumah sakit yang belum memadai
Banjir genangi RSUD Bekasi: Rendam alat kesehatan yang butuh sumber listrik
Polisi evakuasi pria terlantar yang sakit di Subang, kini dirawat di RSUD Ciereng