GENMILENIAL.ID - Mitra dapur MBG Kalibata mempermasalahkan tentang perbedaan harga porsi Makan Bergizi Gratis dengan Yayasan Media Bakti Nusantara (MBN).
Diklaim oleh pengacara dapur MBG Kalibata, Danna Harly, dalam kontrak antara Ira dengan Yayasan MBN, harga makanan tiap porsi untuk semua jenjang adalah Rp15.000.
Namun, saat program berjalan, yayasan menurunkan harga secara sepihak menjadi Rp13.000 untuk PAUD, TK, dan SD kelas 1 hingga 3 setiap porsinya.
Sedangkan untuk kelas 4 hingga 6, harga makanannya adalah Rp15.000.
Harga baru tersebut juga masih dipangkas Rp2.500, sehingga pihak dapur hanya mendapatkan harga makanan Rp10.500 per porsi.
Pihak Yayasan MBN yang baru saja dipanggil ke Mapolres Jakarta Selatan terkait laporan Ira Mesra, pengelola dapur MBG Kalibata menjelaskan tentang perbedaan harga tersebut.
“Kalau masalah harga, itu sudah jelas di dalam kontrak dari Yayasan ke BGN paling tinggi Rp15.000 sudah ada dan itu kan dari SPPG tentang gramasi, tentang titik-titik sudah ada,” kata kuasa hukum Yayasan MBN, Timoty Ezra Simanjuntak kepada media pada Jumat, 2 Mei 2025.
Timoty kemudian menjelaskan bahwa setiap minggunya selalu diberi informasi mengenai menu dan lokasi penyebarannya.
“Setiap pekan itu dikasih berapa menu, berapa titik lokasi yang mau diantar, distribusi sudah ada, gitu,” imbuhnya.
“Mau TK, mau SMA, mau SD sudah ada, jadi kalau nanti ada perbedaan, itu menyesuaikan, jadi ada bahasa paling tinggi,” jelasnya lagi.
Sejalan dengan pernyataannya kali ini, Timoty sempat mengungkapkan bahwa permasalahan harga memang sudah tercantum dalam kontrak.
“Tapi harus dipahami di dalam kontrak dan pelaksanaan pasti ada perbedaan, nah itu yang lagi kami cari jalan keluarnya melalui data pendukung,” kata Timoty saat konferensi pers pada 25 April 2025 lalu.
Artikel Terkait
Proses hukum tetap berjalan, mitra dapur MBG Kalibata tetap lanjutkan laporan polisi pada Yayasan MBN: Tindak tegas, tidak ada damai
Kisruh tunggakan pembayaran hingga Rp1 miliar, pengacara mitra dapur MBG Kalibata klaim ada niat jahat dari salah satu oknum Yayasan MBN
Kritik pedas pengamat ekonomi soal menteri RI sebut MBG lebih penting ketimbang lapangan kerja
Pemerintah sudah gelontorkan Rp2,3 triliun dari APBN untuk pelaksanaan MBG, Kemenkeu ungkap 3,26 juta orang menikmati Makan Bergizi Gratis
Ada target percepatan 82,9 juta penerima manfaat MBG di tahun 2025 sesuai instruksi Prabowo, Kemenkeu: Kita siagakan Rp171 triliun
Prabowo ungkit nyinyiran soal MBG, sebut ada profesor yang perlu perbaiki sikap dengan mencontoh Adi Hidayat
Kasus dengan mitra MBG Kalibata masih berlanjut, Yayasan MBN diberondong 20 pertanyaan dari kepolisian: Kita jawab lantang dengan data