GENMILENIAL.ID - Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu utusan Presiden Prabowo untuk memberikan penghormatan terakhir pada Paus Fransiskus.
Misa pemakaman Paus Fransiskus digelar pada Sabtu, 26 April 2025.
Melalui video yang diunggah di Instagram, Jokowi menyampaikan doa untuk Paus Fransiskus dan pesan dari Prabowo.
“Pertama-tama, kami ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya yang teramat suci Paus Fransiskus,” ujar Jokowi dalam video yang diunggah pada Minggu, 27 April 2025.
Baca Juga: Terbongkar amanah Bunda Iffet 8 tahun lalu, punya persiapan khusus saat meninggal dunia
Jokowi mengatakan bahwa dengan meninggalnya Paus Fransiskus, berarti kehilangan panutan yang peduli pada kedamaian dunia.
“Kita kehilangan seorang panutan yang memberikan warisan kecintaan atas perdamaian dunia,” imbuhnya.
“Kemudian, warisan atas kerendahan hati dan juga warisan untuk seluruh bangsa-bangsa di dunia ini,” ujar Jokowi lagi.
Ia lantas mendoakan Paus Fransiskus agar bisa tidur dalam damai.
“Akhirnya, kami semua berdoa agar yang Te-Amat Suci Paus Fransiskus beristirahat dalam damai abadi dan semoga jiwanya diterima di pangkuan Tuhan Yang Maha Kasih,” pungkasnya.
Selain Jokowi, ikut dalam rombongan ini adalah Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Dwijandono, dan Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.***
Artikel Terkait
Kabar duka dari Vatikan, Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 Tahun
Vatikan ungkap permintaan Paus Fransiskus, ingin pemakamannya dilakukan dengan sederhana
Paus Fransiskus wafat, pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Vatikan itu pernah puji warga RI punya banyak anak
Sehari sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat bertemu dengan Wapres AS JD Vance di Vatikan
Pesan paskah terakhir Paus Fransiskus sehari sebelum meninggal dunia, serukan gencatan senjata di Gaza
Kerap menimbulkan kontroversi, namun mengapa malah Jokowi yang diutus Presiden Prabowo ke pemakaman Paus Fransiskus?
Setelah hapus ucapan duka, Israel tegas tidak mengirim pejabat senior ke pemakaman Paus Fransiskus, buntut kecewa dukungan pada Palestina?