Jika pasien menanggapi, maka jebakan pun dimulai.
Mereka diminta datang di jam praktik terakhir dengan syarat tidak mendaftar seperti biasa.
"Pasien yang masuk perangkap akan disuruh datang ke klinik di jam terakhir. Dengan larangan daftar dan harus bilang sudah ada janji dengan dia kepada asisten," jelasnya.
Sementara itu, para asisten atau staf yang seharusnya mendampingi justru disuruh pulang lebih dulu.
"Kita bukan tidak mendampingi tapi kita selalu disuruh pulang dan tidak boleh masuk," katanya.
Kesaksian mantan asisten ini membuka mata publik bahwa pola pelecehan tersebut telah berlangsung cukup lama dan terstruktur.
Kasus ini pun mendapat sorotan tajam dari masyarakat, dan kini menunggu penanganan serius dari pihak berwenang agar tak ada lagi korban berikutnya.***
Artikel Terkait
Fakta baru kasus pelecehan seksual dokter kandungan di Garut, korban tak hanya pasien tapi juga perawat dan bidan
Jumlah korban 2 orang, dokter kandungan yang diduga lakukan pelecehan seksual di Garut ditangkap polisi
Pihak klinik akui sempat ada keluhan dari pasien, ungkap dokter kandungan yang viral sudah berhenti praktik
Aksi cabul dokter kandungan yang viral terjadi bukan pada tahun 2025, kini sudah dilarang praktik di seluruh wilayah Garut
Berkaca dari kasus dokter obgyn yang lecehkan ibu hamil, mengapa dokter kandungan malah didominasi laki-laki?
Dilecehkan oleh dokter saat rawat inap sendiri di RS Swasta Malang, korban lakukan tindakan tegas
Pelecehan seksual yang dilakukan dokter kembali terjadi, korban diduga difoto saat setengah telanjang