GENMILENIAL.ID - Puluhan guru ngaji datangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang pada Kamis, 13 Maret 2025.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait surat edaran Gubernur Jawa Barat soal efisiensi anggaran yang dikhawatirkan berdampak pada intensif yang biasa mereka terima.
Adapun para guru ngaji yang datang yersebut merupakan kumpulan dari tiga organisasi yakni Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) dan Forum Tenaga Honorer Madrasah Indonesia (FTHMI).
Baca Juga: Bagaimana syarat agar driver ojek online Gojek dan Grab dapat THR? cek di sini
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Agus Rahayu mengatakan bahwa para guru ngaji di Subang merasa khawatir terhadap rencana efisiensi tersebut terutama yang berdampak pada intensif rutin yang biasa mereka terima dari Pemda Subang.
“Keterkaitan dengan adanya surat edaran dari Gubernur dengan efisiensi, dari hal itu kita upayakan, mudah-mudahan hal yang sudah biasa dan diterima (intensif) guru-guru tidak terpengaruh dengan efisiensi,” kata Agus Rahayu pada awak media di Gedung DPRD Subang.
Adapun tuntutan yang disampaikan pada audiensi dengan DPRD Subang ini, kata Agus ada dua tuntutan yakni perhatian serius dari Pemda Subang pada guru ngaji dan realisasi anggaran yang biasa terima jangan sampai terkena efisiensi.
“Ada dua poin, satu yang jelas bahwa perhatian pada guru-guru agar lebih dioptimalkan, yang kedua untuk bisa merealisasikan apa yang sudah menjadi anggaran yang sudah biasa kami terima,” ujarnya.
Baca Juga: Apa kriteria driver Gojek dan Grab yang dapat THR idul fitri? ini kata manajemen
Biasanya, lanjut Agus, intensif dari Pemda Subang buat ngaji tersebut selalu cair di bulan puasa dan sebelum lebaran, untuk puasa tahun ini, Ia pun berharap intensif tersebut bisa kembali cair dan tidak terdampak oleh efisiensi.
“Mudah-mudahan itu seperti biasa kami terima sebelum menjelang lebaran,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang Tegar Jasa Priatna mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran secara intens terkait apa yang menjadi keluhan dari para guru ngaji tersebut.
“Ini akan coba kita telusuri secara intens, saya sudah minta perwakilan dari mereka untuk bergabung kemudian saya juga tadi menghadirkan pak Kabag Kesra, tadi sudah di diskusikan, mudah-mudahan secepatnya ketemu win-win solution lah,” ucapnya.
Artikel Terkait
Tanggapi aksi demo, DPRD Subang keluarkan dua rekomendasi ini terkait aktivitas tambang ilegal di Subang
Pemerintah Jakarta akan uji coba program sekolah swasta gratis, DPRD ungkap fakta ini
DPRD Subang gelar Rapat Paripurna penetapan Bupati dan Wakil Bupati Subang terpilih pada Pilkada Serentak 2024
Rapat Paripurna DPRD, ini isi pidato perdana Bupati Subang 2025-2030
3 Titik aksi mahasiswa bertajuk ‘Indonesia Gelap: Terjadi kericuhan di Jatim usai massa bakar keranda di depan Gedung DPRD
Kini kenakan rompi oren setelah 4 kali mangkir, Wali Kota Semarang Mbak Ita dan suaminya mantan ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah resmi ditahan KPK
Serap berbagai aspirasi masyarakat, Ketua Komisi 3 DPRD Subang Oing Abdul Rahim gelar reses di Desa Mekarsari, Cikaum