Selain Fitra, penyidik juga meminta keterangan dari tujuh saksi lainnya yang berasal dari lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina.
Di Kementerian ESDM, pemeriksaan dilakukan terhadap MP yang menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hilir di Ditjen Migas, ARH selaku Subkoordinator Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ditjen Migas, DM yang bertugas sebagai Kepala Divisi Akuntansi di SKK Migas, serta CMS yang berperan sebagai Koordinator Subsidi Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi di Ditjen Migas.
Sementara itu, dari pihak Pertamina, penyidik turut memeriksa AA yang menjabat sebagai Manajer QMS PT Pertamina (Persero), ESJ yang bekerja sebagai Staf Analyst Planning di PT Pertamina Hulu Rokan, serta ES yang menduduki posisi VP and Contracting di PT Pertamina Hulu Rokan WK Rokan.
Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka, termasuk beberapa pejabat tinggi di PT Pertamina dan perusahaan terkait.
Dugaan korupsi ini disebut telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun.***
Artikel Terkait
Didukung Presiden dan diungkap Kejagung, kasus korupsi Pertamina pertama kali dibongkar oleh sosok ini
Telisik insiden kebakaran kilang pertamina Cilacap, dari awal mula muncul titik api hingga dampaknya ke suplai BBM
Kebakaran di kilang Cilacap, ingatkan kasus serupa yang melahap fasilitas Pertamina: Saat itu terjadi 3 insiden dalam waktu relatif singkat
Sorotan khusus: Insiden kebakaran di kilang minyak Pertamina Cilacap, ternyata pernah terjadi kasus serupa pada 2021 lalu
Kasus korupsi Pertamina, Hotman Paris tuntut permintaan maaf dan minta Ahok kembalikan seluruh gajinya selama menjabat
Berharap masih jadi andalan warga RI, Dirut Pertamina ungkap bakal evaluasi besar-besaran buntut skandal dugaan korupsi minyak mentah
Menguak berbagai skandal korupsi di Pertamina, dari oplos BBM hingga penggelapan dana pensiun