Sempat muncul kekhawatiran penurunan layanan informasi, Kepala BMKG pastikan anggaran pengelolaan gempa bumi dan tsunami tak terpengaruh efisiensi

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 14 Februari 2025 | 23:28 WIB
Ilustrasi seismograf gempa bumi - pengelolaan gempa bumi dan tsunami BMKG tak terpengaruh pemotongan anggaran (Pixabay/Tumisu)
Ilustrasi seismograf gempa bumi - pengelolaan gempa bumi dan tsunami BMKG tak terpengaruh pemotongan anggaran (Pixabay/Tumisu)

Kepala BMKG pastikan pengelolaan gempa bumi dan tsunami tak terpengaruh pemotongan anggaran

Pada Rabu, 12 Februari 2025, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghadiri Rapat Kerja atau Raker bersama Komisi V DPR RI dan membahas tentang alokasi dana setelah efisiensi.

Baca Juga: Penghasilan di dunia hiburan sudah sangat fantastis, berapa gaji dan tunjangan Deddy Corbuzier sebagai stafsus Menhan?

Pengelolaan gempa bumi dan tsunami termasuk dalam bagian program Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) yaitu program layanan operasional masyarakat.

Sebelum efisiensi memiliki jatah anggaran Rp1,5 triliun dan setelah efisiensi menjadi Rp372 miliar.

Untuk program pengelolaan gempa bumi dan tsunami, BMKG mengalokasikan dana sebesar Rp41,9 miliar.

Dwikorita menjelaskan jika anggaran pengelolaan gempa bumi dan tsunami tidak akan terpengaruh oleh efisiensi.

“Poin pengelolaan gempa bumi dan tsunami yang Rp41,9 miliar di situ tetap dipertahankan, termasuk kegiatan sekolah lapang gempa bumi,” ujar Dwikorita.

Baca Juga: Diikuti siswa TK dan Paud se-Kecamatan Pagaden, SDIT Subulul Khoir Jabong gelar Festival Anak Sholeh Tahun 2025

BMKG akan tetap beroperasi 24 jam

Dwikorita juga menegaskan jika BMKG akan tetap beroperasi selama 24 jam dalam pelayanan kepada masyarakat.

Anggaran pengelolaan jaringan komunikasi BMKG adalah Rp120 miliar karena menurut Dwikorita, hal tersebut untuk menjamin operasional BMKG 24 jam selama 7 hari.

“Terutama untuk menjamin keberlanjutan operasional BMKG selama 24 jam nonstop selama  hari dalam 1 minggu atau 365 hari dalam 1 tahun,” ujarnya.

“Jadi angka tersebut adalah untuk menjamin keberlanjutan operasional BMKG, jadi kami terus 24 jam,” tambahnya.

Baca Juga: Sering tampil di pesantren dan hajatan, REKAN group musik religi asal Pamanukan yang menghadirkan genre musik reggae sholawatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X