Kata perwakilan Trump untuk Timur Tengah, Indonesia jadi pilihan untuk boyong pengungsi Gaza?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 23 Januari 2025 | 01:11 WIB
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia (Instagram.com/@steven.c.witkoff)
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia (Instagram.com/@steven.c.witkoff)

GENMILENIAL.ID - Utusan Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff mengungkap rencana pihaknya untuk relokasi atau pemindahan tempat sebagian warga Gaza ke Indonesia, pada Minggu, 19 Januari 2025.

Dilansir dari Times of Israel, relokasi warga Gaza ke Indonesia itu terjadi saat proses pembangunan kembali di wilayah tersebut.

Steve menyebut hal itu sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mempertahankan gencatan senjata Israel-Hamas.

Di sisi lain, perwakilan Trump untuk Timur Tengah itu tengah mempertimbangkan mengunjungi Jalur Gaza, terkhusus melihat situasi langsung ketimbang mempercayai perkataan masing-masing pihak.

Baca Juga: Elon Musk dukung partai pendukung Neo Nazi? ternyata hormat ala Hitler di Capital One AS beri sinyal politik luar negeri sang CEO Tesla

"Anda harus melihatnya, Anda harus merasakannya," tutur Steve di AS, pada Minggu, 19 Januari 2025.

Steve juga berencana hadir di Gaza untuk membantu mengatasi masalah potensial yang mungkin timbul saat pertukaran sandera dan tahanan yang sedang berlangsung antara Israel-Hamas.

"Anda harus berada di sana dan harus siap untuk mengatasi masalah jika itu terjadi," sambungnya. 

1. Prihatin konflik Israel vs Hamas di Gaza terhadap sandera

Dalam kesempatan yang sama, Steve mengaku prihatin dengan konflik antara Israel dan Hamas di Gaza, terlebih dapat menunda pembebasan sandera.

Baca Juga: Sentil tambang ilegal untuk PSN, Dr. Imran: Saya lebih takut kepada aturan dibandingkan dengan pernyataan orang

"Ingat, ada banyak orang, radikal, fanatik, tidak hanya dari pihak Hamas, tapi juga dari sayap kanan pihak Israel," terangnya.

Steve menilai Trump bersama pihaknya masih mengupayakan solusi jangka panjang untuk Jalur Gaza.

"Jika kita tidak membantu warga Gaza, jika kita tidak membuat hidup mereka lebih baik, jika kita tidak memberi mereka harapan, maka akan ada pemberontakan," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X