Bercermin dari gempa 6,4 SR di Gorontalo, penelitian geologi ini jadi pengingat penduduk setempat untuk tingkatkan kewaspadaan

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 25 September 2024 | 10:57 WIB
Ilustrasi penelitian gempa bumi
Ilustrasi penelitian gempa bumi

Fenomena ini terjadi akibat mekanisme sesar aktif yang berada penunjam Sulawesi Utara di sebelah utara Pulau Sulawesi.

Akibatnya, Provinsi Gorontalo yang berlokasi dekat dengan jalur penunjam Sulawesi Utara, menjadi wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi.

Pengaruh Desakan Lempeng Samudera Pasifik

Kepala Pusat Studi Kebencanaan LPPM Universitas Negeri Gorontalo, Muhammad Kasim menyampaikan, terdapat patahan aktif akibat pengaruh desakan lempeng Pasifik di sekitar wilayah Gorontalo.

Fakta tersebut diperoleh setelah Kasim menyoroti faktor terjadinya gempa bumi di Gorontalo pada tanggal 26 Juli tahun 2021 yang lalu.

"Di bagian utara Sulawesi ada Sesar Tunjaman Laut Sulawesi, dan di bagian selatan ada Sesar Naik Balantak yang menyebabkan gempa sebanyak dua kali pada tanggal 26 kemarin," kata Kasim pada 28 Juli 2021 silam.

"Pengaruh desakan lempeng Samudera Pasifik ke arah barat, jika aktif akan memicu sesar-sesar kecil di sekitarnya," tegasnya.

Langkah Mitigasi Gempa di Gorontalo

Bagi masyarakat setempat, sangat perlu untuk memantau laporan aktivitas gempa melalui Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) ataupun dari pihak pemerintah Gorontalo.

Hal tersebut untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari gempa yang dapat menimbulkan tsunami maupun tanah longsor. Berikut ini langkah mitigasi gempa di Gorontalo:

 

  1. Mewaspadai gempa susulan dengan pergi ke tempat yang terbuka dan aman dari potensi kerusakan yang ada di sekitarnya.

 

  1. Potensi tsunami atau rekahan tanah longsor wajib diketahui warga setempat dengan memantau laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Gorontalo.

 

  1. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir wajib mematuhi prosedur dan mengetahui jalur evakuasi mitigasi dari pemerintah daerah Gorontalo.

 

  1. Bagi penduduk yang berada di daerah rawan longsor seperti Taludaa dan Bilungala, wajib menjauhi kawasan lereng dan aliran sungai ketika gempa terjadi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: ESDM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X