Ratusan Security BUMN PT PELNI diberhentikan secara paksa, Raja LAK Galuh Pakuan akan tempuh jalur hukum

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 26 April 2024 | 22:40 WIB
Para Security BUMN PT PELNI lakukan dialog dengan Raja LAK Galuh Pakuan, Jumat 26 April 2024
Para Security BUMN PT PELNI lakukan dialog dengan Raja LAK Galuh Pakuan, Jumat 26 April 2024

GENMILENIAL.ID - Ratusan security yang bekerja di BUMN PT PELNI diberhentikan secara paksa tanpa ada kejelasan tentang nasib mereka kedepanya.

Mereka pun kemudian mendatangi Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB pada Jumat, 26 April 2024 siang hari.

Perwakilan security, Leonardus Nainggolan mengatakan bahwa dirinya sudah bekerja di PT Pelni selama 24 tahun, ia berasal dari Medan dan saat ini tinggal di Cileungsi, Bogor.

“Security dari tahun 2000 sampai dengan kemarin tanggal 09 April 2024, kurang lebih 24 tahun,” kata Leonardus pada GenMilenial.id saat berada di kediaman Raja LAK Galuh Pakuan, Jumat 26 April 2024.

Baca Juga: Putri tokoh pejuang nasional RA Ama Puradireja, Bu Edeh akan menjadi narasumber utama pada diskusi publik ‘Subang Mencari Pemimpin’

Terkait alasan kenapa dirinya dan rekan-rekan security lainya diberhentikan oleh pihak PT Pelni, Leonardus pun menyebut bahwa alasanya karena umur.

“Katanya sih kemarin dari segi umur, dari 45 keatas sudah tidak, kurang produktif lah,” ujarnya.

Dengan alasan tersebut, ia pun menyebut bahwa pihaknya tidak menerima, dibandingkan dengan pengabdian dan pengorbanan dirinya bekerja selama puluhan tahun.

“Sangat tidak menerima, dengan pengorbanan kita begitu lama, kerja 24 tahun diberhentikan begitu saja, sementara saat ini kita butuh biaya hidup, anak-anak sedang sekolah,” ucapnya.

Baca Juga: Jelang pernikahan, artis Wika Salim beri kabar bahagia

Dengan usianya sekarang yang menginjak 57 tahun, kata Leonardus dirinya bingung kalau harus mencari pekerjaan lain lagi, sedangkan saat ini dia merupakan seorang kepala keluarga yang mempunyai anak tiga.

“Anak tiga, paling besar SMA kelas tiga, yang kecil baru dua tahun,” ujarnya.

Sebelum menemuinya Raja LAK Galuh Pakuan, Leonardus sudah mencoba untuk mendatangi kantor PT Pelni, namun masih buntu dan belum ada proses penyelesaian.

“Kemarin sempat buntu, kita kemarin sempat dari kantornya, kantor kita di Kemayoran, cuma gak ada penyelesaian, makanya kita berpikir kemari dari tadi malam,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X