7. Perawatan kendaraan yang diabaikan
Servis berkala bukan hanya berkaitan dengan performa mesin, tetapi juga membantu mendeteksi kerusakan yang berpotensi membahayakan.
Kabel yang mulai getas, selang yang mengalami kebocoran, serta komponen kelistrikan yang tidak berfungsi normal perlu ditangani sebelum masalah berkembang.
Menunda perbaikan dapat memperbesar risiko ketika kendaraan terus digunakan.
8. Modifikasi kendaraan tanpa memperhitungkan spesifikasi
Perubahan pada sistem kendaraan, terutama kelistrikan, perlu mempertimbangkan kapasitas komponen dan kebutuhan daya.
Baca Juga: Kabut asap masih meluas, mengapa karhutla belum berstatus bencana nasional?
Penggunaan lampu dengan konsumsi daya yang tidak sesuai atau pemasangan perangkat tambahan tanpa instalasi yang benar dapat membebani sistem kelistrikan.
Modifikasi sebaiknya dilakukan tenaga profesional dengan menggunakan komponen yang sesuai spesifikasi kendaraan.
9. Menyimpan benda mudah terbakar di dalam kabin
Kabin mobil dapat mengalami peningkatan suhu ketika kendaraan terparkir di bawah terik matahari. Kondisi ini perlu diperhatikan saat membawa barang tertentu, terutama produk bertekanan dalam kemasan aerosol.
Pemilik mobil sebaiknya memeriksa petunjuk penyimpanan pada kemasan dan tidak meninggalkan produk yang mudah terbakar atau sensitif terhadap panas di dalam kendaraan.
10. Merokok di dalam mobil
Kebiasaan merokok di dalam kendaraan juga memiliki risiko kebakaran. Bara rokok yang jatuh ke jok, karpet, atau material interior lainnya dapat memicu api jika mengenai bahan yang mudah terbakar.