Dalam praktiknya, bagian bawah galon digunakan sebagai wadah air yang telah dicampur larutan nutrisi.
Sementara bagian atas diisi media tanam seperti sekam bakar atau cocopeat. Kain flanel kemudian dipasang sebagai sumbu untuk menyalurkan nutrisi ke akar tanaman.
Warid menambahkan, metode ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan ruang sempit secara produktif.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, sekecil apa pun lahannya, untuk menghasilkan sayuran segar secara mandiri,” katanya.
Cocok untuk berbagai jenis tanaman
Hidroponik sistem sumbu dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura. Beberapa di antaranya seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, tomat, hingga terong.
Kemudahan ini membuat metode wick system menjadi pilihan ideal bagi pemula yang ingin mencoba bercocok tanam tanpa risiko besar.
Diperkenalkan lewat program KKN
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi, Tsabbit Aqdaamii' Arsyan, mengatakan metode ini juga diperkenalkan kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kami tidak hanya mengenalkan konsep urban farming, tetapi juga mengajak warga mempraktikkan langsung pembuatan hidroponik sistem sumbu agar mereka bisa menerapkannya sendiri di rumah,” ujarnya.
Menurut Tsabbit, antusiasme masyarakat cukup tinggi karena metode ini mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal besar.
“Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti saat kegiatan KKN selesai, tetapi terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” tambahnya.